BENGKALIS, Radarsatu.com – Langit Pantai Pasir Andam Dewi Bengkalis dihiasi ratusan layang-layang tradisional dalam ajang Festival Layang-Layang Wau Laksamana 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh Perkumpulan Layang-Layang Wau Bengkalis (PLWB) ini resmi dibuka pada Sabtu (31/1/2026).
Mewakili Bupati Bengkalis Kasmarni, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan SDM, Johansyah Syafri, membuka secara resmi festival yang diikuti oleh 200 peserta. Dari total peserta, 100 di antaranya merupakan kalangan pelajar dan 100 lainnya berasal dari kategori umum.
Jaga Identitas “Negeri Junjungan”
Dalam sambutannya, Johansyah menekankan bahwa festival ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan langkah konkret melindungi kekayaan budaya dari gempuran modernisasi. Sesuai slogan “Melestarikan Tradisi, Mengangkat Marwah”, acara ini selaras dengan visi Bengkalis Bermasa.
“Ini momentum penting untuk memperkuat identitas lokal. Kita tidak ingin warisan luhur ini hilang ditelan zaman dan hanya menjadi cerita bagi anak cucu kita di masa depan,” ujar Johansyah.
Selain aspek budaya, festival ini juga diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi bagi pelaku UMKM setempat melalui tingginya interaksi masyarakat dan wisatawan yang hadir.
Penguatan Status Hukum Budaya Lokal
Salah satu poin krusial yang disampaikan adalah upaya perlindungan hukum terhadap karya intelektual komunal. Saat ini, Layang Kuau Jantan Laksamana Bengkalis telah resmi dipatenkan secara nasional di Kementerian Hukum dan HAM.
Pemerintah Kabupaten Bengkalis berencana melanjutkan proses pendaftaran hak cipta untuk jenis lainnya. “Ke depan, kita dorong pendaftaran paten untuk Layang Kuau Betina dan Wau Bulan Laksamana Bengkalis agar warisan tak benda ini terlindungi secara hukum,” tambahnya.
Harapan bagi Generasi Muda
Festival yang melombakan kategori Wau Kurau Jantan, Betina, hingga Wau Bulan ini diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai kesabaran, gotong royong, dan cinta tanah air kepada generasi muda.
Acara yang didukung penuh oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua II DPRD Bengkalis Hendrik Firnanda Pangaribuan, jajaran Forkopimda, serta tokoh penggiat layang-layang nasional dari Jakarta.
Sebagai simbol pembukaan, PLWB menyerahkan cinderamata berupa miniatur Layang-Layang Wau kepada perwakilan Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan para tamu kehormatan.



