PEKANBARU, Radarsatu.com – Gelanggang Olahraga (GOR) Remaja Pekanbaru menjadi saksi bisu kemegahan ajang Riau National Taekwondo Championship 2026. Kejuaraan tingkat nasional yang diinisiasi oleh Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) Riau ini resmi bergulir mulai 29 Januari hingga 1 Februari 2026.
Event yang memasuki tahun kedua pelaksanaannya ini diikuti oleh 1.789 atlet berbakat yang akan memperebutkan medali pada dua kategori utama, yakni Kyorugi (tanding) dan Poomsae (seni). Peserta berasal dari empat provinsi besar, yaitu Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Jambi.
Menariknya, kejuaraan ini mulai menarik minat internasional dengan hadirnya 12 atlet undangan dari Malaysia. “Ini merupakan kebanggaan. Event resmi Pengprov TI Riau ini sudah mendapatkan perhatian hingga ke mancanegara,” ujar Ketua Panitia Pelaksana, Abdi Kalep Petrus Sembiring, Kamis (29/1/2026).
Dukungan Fasilitas dari Pemerintah Provinsi Riau Kesuksesan penyelenggaraan ini tidak lepas dari sinergi positif dengan pemerintah daerah. Panitia mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Riau memberikan dukungan penuh, terutama dalam penyediaan fasilitas GOR sebagai pusat pertandingan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau, Yurnalis, menyampaikan rasa bangganya atas kemampuan Pengprov TI Riau mengorganisir ribuan atlet dalam satu wadah kompetisi yang kompetitif.
“Kami bangga Taekwondo Riau mampu membuktikan kapasitasnya. Harapannya, dari sini lahir atlet-atlet Riau yang mampu menembus level nasional hingga internasional, menyusul langkah Mega Dwita dan Abdul Karim yang kini sedang mengikuti seleksi nasional,” kata Yurnalis.
Hadiah Total Rp80 Juta dan Pembinaan Atlet Guna memotivasi para peserta, panitia menyiapkan total hadiah senilai Rp60 juta untuk para juara di masing-masing kategori. Tak hanya bagi atlet, penonton juga berkesempatan mendapatkan doorprize dengan total nilai mencapai Rp20 juta.
Abdi Kalep menambahkan bahwa kejuaraan ini selaras dengan semangat Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) dalam menjaring bibit unggul pasca-keberhasilan Indonesia meraih emas di SEA Games. Fokus utama tetap pada peningkatan kualitas teknis atlet daerah agar memiliki daya saing yang kuat.
“Kami ingin atlet Riau tidak hanya jago di kandang, tapi siap bertarung di ajang internasional,” pungkas Abdi.



