Musrenbang Gaya Baru: Wali Kota Lis Darmansyah Ubah Usulan Jadi Sistem “Bank Data”

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah saat membuka Musrenbang Tingkat Kelurahan Seijang Tahun 2026 dan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Cafe Keboon Km 5 Tanjungpinang, Senin (26/1/2026).F-Diskominfo Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, Radarsatu.com – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menginstruksikan perubahan paradigma dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Ke depan, Musrenbang tidak lagi sekadar menjadi ajang menampung usulan baru, melainkan instrumen kendali untuk memantau realisasi dan progres pembangunan berbasis data.

Hal tersebut ditegaskan Lis saat membuka Musrenbang Tingkat Kelurahan Seijang Tahun 2026 dan Penyusunan RKPD Tahun 2027 di Cafe Keboon, Senin (26/1/2026).

Sistem Bank Data untuk Pembangunan Terukur

Lis menjelaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat kini dikelola secara sistematis melalui Bank Data. Dengan sistem ini, setiap persoalan di bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan, hingga kemiskinan akan terdokumentasi dengan jelas status penanganannya.

“Ke depan, yang kita bahas bukan lagi sekadar daftar usulan, tetapi realisasi dan sejauh mana progres penanganannya. Jika dari 300 persoalan tahun ini baru 50 yang tuntas, maka tahun depan kita evaluasi sisanya. Kita ingin perencanaan yang berorientasi pada hasil,” tegas Lis.

Sinkronisasi Anggaran dan Skala Prioritas

Mengingat keterbatasan kemampuan keuangan daerah, Lis meminta Bappelitbang untuk mengakomodasi kebutuhan secara proporsional di 18 kelurahan. Setiap usulan yang masuk akan dipilah:

  • Mana yang bisa diselesaikan secara bertahap oleh Pemko.

  • Mana yang perlu diintervensi oleh Pemerintah Provinsi.

  • Mana yang harus diusulkan ke Pemerintah Pusat.

“Tujuannya agar usulan tidak berulang-ulang setiap tahun tanpa kepastian. Kita ukur mana yang bisa dilaksanakan segera, sehingga kebijakan anggaran benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Peningkatan Peran RT dan RW

Lis juga mengajak seluruh Ketua RT, RW, dan tokoh masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam mengawal persoalan di lingkungan masing-masing. Menurutnya, wajah Tanjungpinang akan jauh lebih baik jika elemen masyarakat aktif memberikan masukan yang akurat dan mendukung implementasi program di lapangan.

Senada dengan itu, Kepala Bappelitbang Kota Tanjungpinang, Riono, menyebutkan bahwa Musrenbang berjenjang ini merupakan fondasi awal penyusunan RKPD. Fokus pembangunan tahun mendatang tidak hanya tertuju pada fisik, tetapi juga pada akselerasi kesejahteraan sosial masyarakat.

Kerangka Perencanaan Berbasis Data Kelurahan Seijang

Tahapan Fokus Utama
Identifikasi Pengumpulan masalah melalui RT/RW ke Bank Data.
Klasterisasi Pemisahan bidang Infrastruktur, Sosial, Ekonomi, & Pendidikan.
Evaluasi Peninjauan progres realisasi dari anggaran tahun sebelumnya.
Output Prioritas RKPD 2027 yang selaras dengan kemampuan fiskal daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *