PEKANBARU, Radarsatu.com – Provinsi Riau bersiap mengukuhkan perannya di kancah sub-regional. Pemerintah Provinsi Riau menyatakan dukungan penuh untuk menjadi tuan rumah pertemuan internasional Green Council (GC) dan Green City Mayor Council (GCMC) dalam kerangka kerja sama Indonesia–Malaysia–Thailand Growth Triangle (IMT-GT) tahun 2026.
Dukungan tersebut ditegaskan oleh Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Helmi, saat mengikuti rapat koordinasi virtual di Kantor Gubernur Riau, Kamis (22/1/2026). Sesuai kesepakatan, Kota Pekanbaru dijadwalkan menjadi pusat pertemuan delegasi tiga negara tersebut pada Agustus 2026 mendatang.
Penetapan Pekanbaru sebagai tuan rumah merujuk pada kesiapan yang diajukan Pemerintah Kota Pekanbaru kepada Centre for IMT-GT Subregional Cooperation (CIMT) pada pertengahan 2025 lalu.
Komitmen Anggaran dan Koordinasi Intensif Helmi menjelaskan bahwa meskipun pemberitahuan kegiatan baru diterima secara resmi pada akhir tahun 2025, Pemprov Riau berkomitmen mencari solusi terbaik terkait penganggaran agar acara berskala internasional ini sukses terlaksana.
“Pemerintah Provinsi Riau pada prinsipnya sangat mendukung. Dalam waktu dekat, kami akan berkomunikasi dengan pimpinan terkait mekanisme pergeseran anggaran agar agenda ini dapat terakomodasi dengan baik,” ujar Helmi.
Ia menambahkan, koordinasi lanjutan dengan Pemerintah Kota Pekanbaru akan segera dilakukan. Berdasarkan laporan awal, Kota Pekanbaru telah menyatakan kesiapannya dari berbagai aspek teknis untuk menyambut para wali kota dan delegasi dari negara tetangga (Malaysia dan Thailand).
Apresiasi dari Kementerian Luar Negeri Langkah proaktif Pemprov Riau ini mendapat sambutan positif dari Kementerian Luar Negeri RI. Perwakilan Kemenlu mengimbau agar sinergi antara pemerintah provinsi dan kota diperkuat, terutama dalam memastikan kesiapan teknis dan dukungan anggaran yang optimal.
Pertemuan IMT-GT 2026 di Pekanbaru diharapkan tidak hanya memperkuat kerja sama di sektor lingkungan dan “kota hijau” (green city), tetapi juga memberikan dampak positif bagi promosi pariwisata dan investasi di Bumi Lancang Kuning.



