Wali Kota Lis Fokus pada Inovasi Teknologi dan Pemberdayaan Ekonomi

Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., membuka kegiatan Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Ranwal RKPD) Kota Tanjungpinang Tahun 2027, yang dilaksankan di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota, Selasa (20/1/2026).F-Diskominfo Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, Radarsatu.com — Pemerintah Kota Tanjungpinang resmi memulai tahapan krusial perencanaan daerah melalui Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Ranwal RKPD) Tahun 2027. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Selasa (20/1/2026).

Penyusunan RKPD 2027 memiliki posisi strategis sebagai penjabaran tahun ketiga dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Wali Kota Lis menekankan bahwa perencanaan kali ini harus lebih responsif, realistis terhadap fiskal, dan adaptif terhadap dinamika zaman.

“RKPD 2027 disusun untuk memastikan kesinambungan pembangunan daerah. Kita harus menjaga konsistensi arah kebijakan jangka menengah serta memperkuat sinergi dengan Pemerintah Pusat dan Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Lis Darmansyah.

Fokus Strategis: Ekonomi, SDM, dan Tata Kelola

Wali Kota Lis memaparkan bahwa penguatan ekonomi daerah tetap menjadi prioritas utama. Hal ini berkaitan erat dengan target penurunan angka kemiskinan dan pengangguran di Ibu Kota Kepri. Namun, ia juga menegaskan bahwa sektor pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup tidak boleh dikesampingkan.

“Keterbatasan fiskal menuntut kita untuk lebih efektif dan efisien. Setiap program harus disusun secara cermat dan berbasis data agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Tema Pembangunan 2027: Inovasi dan Teknologi

Sejalan dengan visi jangka menengah, Pemko Tanjungpinang menetapkan tema pembangunan tahun 2027, yaitu: “Mendorong Inovasi dan Integrasi untuk Pemberdayaan Ekonomi, Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan, serta Pengelolaan Lingkungan melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi.”

Menurut Lis, teknologi informasi akan dijadikan pengungkit utama (leveraging) dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dengan integrasi teknologi, diharapkan pemberdayaan ekonomi dan pengelolaan lingkungan dapat berjalan lebih maksimal dan berkelanjutan.

Ajakan Kolaborasi Pemangku Kepentingan

Menutup sambutannya, Wali Kota Lis mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memberikan masukan konstruktif. Ia berharap forum ini melahirkan program yang benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan daerah.

“Kolaborasi, sinergitas, dan harmonisasi adalah kunci. Kita butuh masukan dari semua pihak agar RKPD ini mampu menjawab tantangan riil di lapangan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *