Disdagin Tanjungpinang Sebut Harga Bapok Stabil, Cabai Rawit Anjlok Rp9.000

Hasil pemantauan harian di Pasar Bintan Center per 19-20 Januari 2026 menunjukkan bahwa secara umum harga kebutuhan pokok (bapok) di ibu kota Provinsi Kepri ini masih relatif stabil dan terkendali.F-Diskominfo Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, Radarsatu.com — Angin segar bagi ibu rumah tangga di Kota Tanjungpinang. Berdasarkan pantauan terbaru Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang, sejumlah harga komoditas hortikultura seperti cabai dan sayur-mayur mulai merangkak turun.

Hasil pemantauan harian di Pasar Bintan Center per 19-20 Januari 2026 menunjukkan bahwa secara umum harga kebutuhan pokok (bapok) di ibu kota Provinsi Kepri ini masih relatif stabil dan terkendali.

Kabid Stabilisasi Harga Disdagin Tanjungpinang, Riyanto, mengungkapkan bahwa penurunan harga yang cukup signifikan terjadi pada kelompok cabai dan sayuran hijau.

“Secara umum stabil. Komoditas hortikultura seperti cabai merah dan rawit mengalami penurunan harga, sementara kenaikan pada komoditas lain seperti daging ayam masih dalam batas normal,” ujar Riyanto, Selasa (20/1/2026).

Daftar Harga Komoditas yang Turun

Berikut adalah rincian penurunan harga yang tercatat dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP):

  • Cabai Rawit Hijau: Turun dari Rp76.000 menjadi Rp67.000/kg (Turun Rp9.000).

  • Cabai Merah Keriting: Turun dari Rp57.000 menjadi Rp53.000/kg.

  • Sawi Hijau: Turun dari Rp10.000 menjadi Rp8.000/kg.

  • Kacang Panjang: Turun dari Rp13.000 menjadi Rp12.000/kg.

Kenaikan Harga Terbatas

Meski banyak yang turun, beberapa komoditas justru mengalami kenaikan harga tipis karena faktor pasokan dan cuaca:

  • Daging Ayam Ras Karkas: Naik dari Rp42.000 menjadi Rp43.000/kg.

  • Kangkung: Naik dari Rp8.000 menjadi Rp10.000/kg.

  • Ketimun: Naik dari Rp10.000 menjadi Rp12.000/kg.

Stok Dijamin Aman

Riyanto menjelaskan bahwa fluktuasi harga ini merupakan hal wajar yang dipengaruhi oleh ketersediaan stok dari distributor. Disdagin berkomitmen akan terus berkoordinasi dengan para agen agar tidak terjadi lonjakan harga yang memberatkan masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak perlu melakukan panic buying, karena ketersediaan bahan pokok di pasaran masih sangat mencukupi,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *