KKSS Menyatu di Batam, Andi Amran Sulaiman Tegaskan Peran Organisasi Perantau dalam Agenda Pembangunan Nasional

Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) yang juga Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, tiba di Batam dalam rangka kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Riau.F-Istimewa

Di antara arus kedatangan penumpang di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Senin (19/1/2026), terselip sebuah peristiwa yang sarat makna kebangsaan. Bukan sekadar kedatangan seorang menteri, melainkan perjumpaan keluarga besar yang merekatkan nilai persatuan, kekuatan sosial, dan tanggung jawab pembangunan nasional.

Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) yang juga Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, tiba di Batam dalam rangka kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Riau. Sejak langkah pertamanya menginjak tanah perbatasan, kehangatan langsung menyelimuti suasana.

Di ruang kedatangan, Ketua BPW KKSS Provinsi Kepulauan Riau, Ady Indra Pawennari, bersama Sekretaris BPW KKSS Kepri, Ketua KKSS Kota Batam, serta jajaran pengurus wilayah dan kota, berdiri menyambut dalam satu barisan. Tak ada jarak hierarki. Yang tampak adalah jabat tangan erat, senyum tulus, dan percakapan singkat yang mencerminkan kuatnya ikatan kekeluargaan.

Penyambutan lintas struktur ini menjadi potret nyata kekompakan KKSS—organisasi perantau yang tumbuh besar karena persatuan. Dari pusat hingga daerah, KKSS hadir utuh, solid, dan siap mengambil peran strategis bagi bangsa.

Kunjungan Andi Amran Sulaiman ke Batam membawa agenda nasional yang penting. Selain menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ke-XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), ia juga mengemban misi negara sebagai Menteri Pertanian RI, memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pembangunan daerah, khususnya wilayah perbatasan seperti Kepulauan Riau.

Namun di mata keluarga besar KKSS, kehadiran Ketua BPP bukan sekadar agenda kenegaraan. Ia adalah simbol kedekatan emosional dan komitmen bersama, bahwa organisasi perantau bukan hanya ruang silaturahmi, melainkan kekuatan sosial yang siap bersinergi dengan pemerintah.

Di kesempatan tersebut, Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan. Menurutnya, KKSS memiliki potensi besar sebagai mitra strategis dalam mendorong percepatan pembangunan, memperkuat ketahanan pangan, serta menopang pembangunan berkelanjutan di daerah.

Kehadiran lengkap pengurus KKSS Kepri—dari tingkat provinsi hingga kota—menjadi pesan kuat bahwa konsolidasi organisasi berjalan matang. Kekompakan yang terlihat di Hang Nadim bukanlah seremoni sesaat, melainkan cerminan kesiapan KKSS mengambil peran lebih besar dalam agenda pembangunan nasional.

Dari Batam, KKSS kembali menegaskan jati dirinya: berakar kuat pada nilai budaya, menyatu dalam persaudaraan, dan bergerak bersama untuk Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *