Indeks

Kepri Sabet 10 Besar INAMS Award, Sukses Awasi Pasar Berbasis Digital

​Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepri, Riki Rionaldi, S.STP., M.Si., dalam seremoni resmi di Jakarta, Senin (19/1/2026). F-Istimewa

JAKARTA, Radarsatu.com— Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Negeri Segantang Lada ini resmi dinobatkan sebagai salah satu dari 10 besar penerima Indonesian Market Surveillance (INAMS) Award 2026 atas keberhasilannya dalam pengawasan pasar berbasis digital yang konsisten dan akuntabel.

​Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepri, Riki Rionaldi, S.STP., M.Si., dalam seremoni resmi di Jakarta, Senin (19/1/2026).

​INAMS Award merupakan bentuk apresiasi dari Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, yang bekerja sama dengan United Kingdom Mission to ASEAN. Penghargaan ini diberikan kepada daerah yang dinilai paling efektif memanfaatkan sistem digital untuk memantau peredaran barang dan jasa.

​Strategi Pengawasan di Wilayah Perbatasan

​Usai menerima penghargaan, Riki Rionaldi menjelaskan bahwa capaian ini sangat strategis mengingat posisi geografis Kepri yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Tingginya arus barang masuk dari luar negeri menuntut sistem pengawasan yang tidak lagi konvensional.

​“Dinamika arus barang di Kepri sangat tinggi. Dengan ribuan pulau, pengawasan manual tentu sulit. Itulah mengapa digitalisasi melalui sistem INAMS menjadi kunci agar pengawasan lebih cepat, terintegrasi, dan transparan,” ujar Riki.

​Menurutnya, sistem ini memungkinkan pemerintah memantau produk yang beredar secara real-time, sehingga mampu memastikan seluruh barang yang sampai ke tangan konsumen telah memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku.

​Fondasi Ekonomi Sehat

​Keberhasilan menembus 10 besar nasional ini, lanjut Riki, merupakan buah komitmen Gubernur Kepri dalam menciptakan iklim usaha yang sehat. Pengawasan pasar yang kuat dinilai sebagai fondasi penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Kepri yang diharapkan melampaui angka nasional.

​“Meskipun ada kendala geografis dan keterbatasan sumber daya, teknologi terbukti mampu meningkatkan efektivitas kerja pengawas di lapangan. Penghargaan ini menjadi pemacu semangat kami untuk terus memperluas penerapan INAMS di seluruh wilayah Kepri,” tambahnya.

​Melalui INAMS Award, pemerintah pusat mendorong daerah lain agar mengikuti jejak Kepulauan Riau dalam mewujudkan pasar yang aman, tertib, dan berdaya saing, khususnya di wilayah kepulauan dan beranda terdepan NKRI.

Exit mobile version