Percepat Infrastruktur 2026, Pemkab Karimun Ajukan Pinjaman Rp135 Miliar ke Bank BJB

Bupati Karimun, Iskandarsyah.F-Istimewa

KARIMUN, Radarsatu.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun mengambil langkah strategis untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur di tahun 2026. Bupati Karimun, Iskandarsyah, mengonfirmasi rencana pengajuan pinjaman daerah sebesar Rp135 miliar kepada Bank Jabar Banten (Bank BJB).

Kebijakan ini diambil sebagai solusi realistis untuk menyeimbangkan antara keterbatasan fiskal daerah dengan besarnya kebutuhan peningkatan pelayanan publik. Menurut Iskandarsyah, rencana ini telah melalui perhitungan keuangan yang sangat terukur.

“Setiap rencana pembangunan harus dihitung secara realistis. Kita harus menjaga keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran daerah agar fiskal tetap sehat,” ujar Iskandarsyah, Rabu (14/1/2026).

Kehati-hatian Fiskal dan Tenor Pinjaman

Pemerintah daerah tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian mengingat masih adanya kewajiban utang dari tahun anggaran 2023-2024 yang mencapai Rp173 miliar. Iskandarsyah menegaskan bahwa pinjaman baru sebesar Rp135 miliar ini akan menggunakan tenor selama empat tahun, disesuaikan dengan masa jabatan kepala daerah.

Adapun pemilihan Bank BJB didasarkan pada pertimbangan teknis perbankan yang lebih menguntungkan bagi daerah. “Salah satu pertimbangannya karena tingkat bunga yang ditawarkan lebih kompetitif dan rendah. Saat ini proses pengajuan sudah mulai berjalan,” jelasnya.

Fokus Proyek Strategis 2026

Dana pinjaman tersebut nantinya tidak akan disebar secara eceran, melainkan difokuskan pada proyek infrastruktur terintegrasi yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat. Beberapa proyek prioritas tersebut meliputi:

  • Sektor Kesehatan: Pembangunan Rumah Sakit Tanjung Batu dan fasilitas Puskesmas.

  • Konektivitas Jalan: Peningkatan akses jalan dari kawasan Coastal Area menuju Bandara.

  • Infrastruktur Vital: Pembangunan Jembatan Selat Cacing yang menghubungkan Desa Tebias dan Desa Sungai Asap.

  • Fasilitas Maritim: Pengembangan pelabuhan rakyat untuk memperlancar arus logistik.

Target Dampak Ekonomi (Multiplier Effect)

Bupati Iskandarsyah berharap pembangunan infrastruktur dasar ini mampu menciptakan efek pengganda (multiplier effect) bagi perekonomian Bumi Berazam. Selain memperlancar mobilitas, proyek-proyek ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal dan menggairahkan sektor usaha mikro.

“Prioritas kami tetap pada infrastruktur dan layanan dasar. Kami ingin pinjaman ini memberikan dampak nyata pada pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja baru bagi warga Karimun,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *