Batam Raih Predikat Kinerja Terbaik di Sumatera, Amsakar Dorong Perencanaan Matang di Musrenbang 2026

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan sambutan saat menghadiri Musrenbang tingkat kelurahan, Minggu (11/1/2026).F-Diskominfo Batam

BATAM, Radarsatu.com — Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa kekuatan pembangunan daerah sangat bergantung pada perencanaan yang matang sejak dari tingkat kelurahan. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Sadai dan Kelurahan Sungai Pelunggut untuk Tahun Anggaran 2026, Minggu (11/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar menjelaskan bahwa Musrenbang merupakan mekanisme resmi dan sistematis untuk menyaring kebutuhan riil masyarakat agar selaras dengan arah kebijakan pemerintah.

Tantangan Fiskal: Skala Prioritas Jadi Kunci

Amsakar memaparkan realitas kondisi keuangan daerah di hadapan warga. Ia mengungkapkan, jika seluruh usulan pembangunan dari masyarakat digabungkan, total kebutuhan anggaran mencapai Rp9 triliun. Angka ini jauh melampaui kemampuan APBD Batam saat ini yang berada di kisaran Rp4,27 triliun.

“Kondisi fiskal ini menuntut kita untuk lebih bijak. Tidak semua usulan dapat diakomodasi sekaligus. Oleh karena itu, program yang didahulukan haruslah yang memberikan dampak manfaat paling besar bagi masyarakat luas,” tegas Amsakar.

Indikator Positif 10 Bulan Kepemimpinan Amsakar–Li Claudia

Meski keterbatasan anggaran menjadi tantangan, Amsakar membesarkan hati masyarakat dengan memaparkan tren positif pembangunan Batam yang tumbuh signifikan selama sepuluh bulan terakhir.

Beberapa capaian gemilang tersebut di antaranya:

  • Pertumbuhan Ekonomi: Mencapai angka 6,89 persen.

  • Investasi: Realisasi hingga Triwulan III 2025 menembus Rp54,74 triliun (91% dari target).

  • Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Meningkat hingga level 83,8, mencerminkan kualitas pendidikan dan kesehatan yang kian baik.

  • Kinerja Wilayah: Batam menjadi yang terbaik di Kepulauan Riau dan masuk dalam lima besar daerah dengan kinerja terbaik di Pulau Sumatera.

Keberhasilan Menekan Angka Kemiskinan

Salah satu poin paling membanggakan adalah penurunan signifikan angka kemiskinan di Batam, dari 4,85 persen turun menjadi 3,81 persen. Prestasi ini membuahkan penghargaan nasional bagi Kota Batam.

“Capaian ini adalah hasil kerja bersama. Penurunan angka kemiskinan dan pengangguran menunjukkan bahwa tata kelola pemerintahan kita berada di jalur yang tepat (on the right track),” tambahnya.

Menutup arahannya, Amsakar mengapresiasi partisipasi aktif warga Kelurahan Sadai dan Sungai Pelunggut. Ia memastikan bahwa usulan yang masuk akan dikawal secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan hingga kota, agar selaras dengan visi dan misi pembangunan Batam ke depan.

Perbandingan Anggaran & Capaian Ekonomi Batam

Indikator Data Capaian / Realitas
Total Usulan Warga Rp9 Triliun
Kemampuan APBD Rp4,27 Triliun
Pertumbuhan Ekonomi 6,89%
Persentase Kemiskinan 3,81% (Turun dari 4,85%)
Indeks Pembangunan Manusia 83,8 (Sangat Tinggi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *