BATAM, Radarsatu.com — Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan pentingnya peran Asosiasi Penukaran Valuta Asing (APVA) dalam menjaga stabilitas ekonomi di wilayah perbatasan. Mengingat Kepri merupakan pintu gerbang internasional, kelancaran transaksi valuta asing (valas) menjadi kunci utama pertumbuhan sektor pariwisata dan investasi.
Hal tersebut disampaikan Wagub Nyanyang saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) III APVA Provinsi Kepri Masa Bakti 2026–2030 di Hotel Sahid Vanilla Nagoya, Kota Batam, Sabtu (10/1/2026).
Vital bagi Perdagangan Internasional Nyanyang menyebutkan bahwa posisi geografis Kepri yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia menempatkan jasa penukaran valas pada posisi yang sangat krusial.
“Aktivitas perdagangan internasional, pariwisata, dan investasi yang sangat tinggi di Kepri menjadikan peran jasa penukaran valuta asing sangat krusial dalam menjaga stabilitas dan kelancaran transaksi ekonomi di wilayah ini,” ujar Nyanyang di hadapan para pelaku usaha valas.
Dorong Kepatuhan Regulasi dan Inovasi Fintek Melalui Musda bertema “APVA Sinergi dalam Membangun Perekonomian Kepri” ini, Nyanyang berharap APVA mampu menjadi organisasi yang responsif terhadap dinamika ekonomi global dan perkembangan teknologi keuangan (fintech).
Beberapa poin utama yang ditekankan Wagub Kepri meliputi:
-
Mitra Strategis: APVA diharapkan membantu pemerintah dalam menyusun kebijakan ekonomi yang adaptif.
-
Integritas Layanan: Meningkatkan kualitas layanan dan kepatuhan terhadap regulasi otoritas keuangan.
-
Konsolidasi Organisasi: Merumuskan program kerja yang memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Semoga terpilih pengurus yang amanah, profesional, dan berkomitmen tinggi. Sinergi antara pemerintah daerah, otoritas keuangan, dan pelaku usaha harus terus diperkuat untuk menciptakan sektor jasa keuangan yang sehat,” tambahnya.
Dukungan Tokoh dan Otoritas Keuangan Pembukaan Musda III ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Umum APVA Indonesia Dato’ Paulus Amat Tantoso, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri Ardhihienus, Ketua APVA Kepri Rudy Tan, serta perwakilan dari Disnaker Provinsi Kepri.
Kehadiran perwakilan Bank Indonesia menegaskan bahwa koordinasi antara asosiasi dan otoritas moneter menjadi pilar penting dalam mencegah praktik transaksi valas ilegal di wilayah Kepulauan Riau.



