TANJUNGPINANG, Radarsatu.com — Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al Uswatul Hasanah, Jalan Ir. Sutami, pada Rabu (7/1/2026). Ratusan jemaah berkumpul dalam majelis zikir dan istighosah yang digelar bersama oleh Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Tanjungpinang.
Kegiatan spiritual ini dilaksanakan dalam rangka memperingati dua momentum besar sekaligus, yakni Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI dan Milad ke-242 Kota Tanjungpinang.
Refleksi Semangat Persatuan Ulama dan Umara Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., menyampaikan bahwa zikir bersama ini bukan sekadar rutinitas, melainkan pengingat akan sejarah panjang persatuan tokoh agama dan pemimpin daerah dalam memperjuangkan Kepulauan Riau.
“Ini momentum untuk mengingat kembali semangat persatuan para pejuang terdahulu, baik umara maupun ulama, dalam melawan penjajahan di Kepri. Kita gelar haul dan doa bersama agar pengorbanan mereka mendapat balasan terbaik dari Allah SWT,” ujar Lis.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menyelipkan doa agar Tanjungpinang dan Kepulauan Riau senantiasa dilimpahi keberkahan dan keharmonisan.
Antusiasme Jemaah Lintas Daerah Kepala Kantor Kemenag Kota Tanjungpinang, Erizal, mengaku syukur atas kehadiran jemaah yang tidak hanya datang dari Tanjungpinang, tetapi juga dari Batam hingga Bintan. Menurutnya, majelis ini selaras dengan visi pemerintah kota dalam membangun akhlak karimah bagi generasi muda.
“Kehadiran jemaah dari berbagai daerah menunjukkan kebersamaan umat. Harapan kami, majelis seperti ini terus berlanjut dan bersinergi dengan program pemerintah untuk mewujudkan Tanjungpinang yang damai dan maju,” kata Erizal.
Doa untuk Pemimpin dan Kerukunan Umat Sesuai dengan tema Hari Jadi ke-242, “Berbenah Hati, Membangun Budi, Melestarikan Budaya dan Tradisi”, majelis ini ditutup dengan doa bersama untuk kesehatan dan kekuatan para pemimpin bangsa serta daerah dalam menjalankan amanah.
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, Kakanwil Kemenag Kepri Zoztafia, unsur Forkopimda, jajaran OPD, para pelajar, serta tokoh masyarakat.



