Sambut Hari Jadi Tanjungpinang ke-242, Lis Darmansyah Pimpin Ziarah ke Makam Leluhur

Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., bersama Wakil Wali Kota serta jajaran Forkopimda, Lembaga Adat Melayu (LAM), tokoh masyarakat, tokoh adat, dan perangkat daerah melaksanakan ziarah makam dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-242 Kota Tanjungpinang, Senin (5/1/2026).F-Diskominfo Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, Radarsatu.com – Pemerintah Kota Tanjungpinang mengawali rangkaian peringatan Hari Jadi ke-242 Kota Tanjungpinang dengan melaksanakan ziarah ke makam para pahlawan dan leluhur, Senin (5/1/2026). Kegiatan ini menjadi simbol penghormatan mendalam atas jasa para pejuang yang telah meletakkan fondasi sejarah bagi ibu kota Provinsi Kepulauan Riau tersebut.

Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., memimpin langsung rombongan yang terdiri dari Wakil Wali Kota, jajaran Forkopimda, Lembaga Adat Melayu (LAM), serta para tokoh masyarakat dan perangkat daerah.

Menelusuri Jejak Sejarah di Makam Sultan Kegiatan ziarah dimulai dari Makam Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah di Kampung Melayu. Perjalanan dilanjutkan menuju Makam Daeng Marewa di Kampung Kota Raja dan Makam Daeng Celak di Sei Timun. Rombongan kemudian menyeberang ke Pulau Penyengat untuk menziarahi makam tokoh besar seperti Raja Haji Fisabilillah, Raja Ali Haji, dan Engku Putri Raja Hamidah.

Di setiap lokasi, rombongan melaksanakan tahlil, doa bersama, tabur bunga, serta pemasangan kain nisan. “Rangkaian Milad ke-242 ini kami awali dengan mengunjungi makam para leluhur dan sultan. Sejarah memiliki keterkaitan erat dengan jati diri kota ini yang tidak boleh kita lupakan,” ujar Lis Darmansyah usai berziarah di Pulau Penyengat.

Pesan “Jas Merah” untuk Generasi Muda Lis Darmansyah menekankan pentingnya filosofi “Jas Merah” (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah) bagi masyarakat, khususnya generasi milenial dan Gen Z di Tanjungpinang. Menurutnya, pemahaman akan sejarah akan memperkuat rasa cinta dan kepemilikan terhadap daerah.

“Kita ingin momentum ini menjadi pengingat. Masih banyak pejuang lain yang mungkin belum teridentifikasi secara luas, namun jasa mereka nyata bagi pembangunan Tanjungpinang,” tambahnya.

Peringatan yang Sarat Empati dan Religi Tahun ini, peringatan hari jadi Tanjungpinang tidak hanya diisi dengan seremonial, tetapi juga aksi kemanusiaan. Mengingat musibah yang menimpa warga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Pemko Tanjungpinang turut menggalang donasi sebagai bentuk solidaritas.

Agenda selanjutnya akan dilaksanakan pada Selasa (6/1) pagi berupa apel bersama, disusul dengan malam istighotsah dan haul bertema “Berbenah Hati, Membangun Budi, Melestarikan Budaya dan Tradisi”.

“Kami ingin kegiatan seremonial tetap relevan dengan kondisi masyarakat. Selain doa dan refleksi melalui istighotsah, kami juga mengedepankan sisi sosial dan empati,” pungkas Lis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *