FKPT Provinsi Kepri Pantau Malam Pergantian Tahun Baru di Kota Batam

Blue Fire Bengkong salah satu lokasi tempat hiburan malam terpantau ramai namun situasi terpantau aman dan terkendali.F-Istimewa

BATAM, Radarsatu.com – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kepulauan Riau yang diketuai oleh Dr. Ir. Lamidi, MM bersama sejumlah Pengurus, melakukan monitoring atau pemantauan perayaan Malam Tahun Baru 2026 di Kota Batam, Kepulauan Riau pada Rabu (31/12) Malam.

Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan, situasi kondisi di Kepri khususnya Kota Batam berjalan aman, nyaman dan kondusif.

Ketua FKPT Kepri, Lamidi dalam laporannya mengatakan, pengurus FKPT yang berjumlah 11 orang di bagi dalam beberapa tim dimulai pukul 19.00-24.00 WIB, memantau langsung sejumlah titik lokasi seperti pusat keramaian, akses jalan protokol, tempat hiburan malam, pusat perbelanjaan hingga objek vital.

“Kita melakukan pemantauan ini sampai 1 Januari 2026 dalam rangka memastikan suasana Kota Batam tetap kondusif, Aman dan tenteram,” ujar Lamidi

Dari hasil pemantauan, lanjutnya secara khusus situasi berjalan aman, sedangkan situasi umum kondisi keamanan juga aman dan kondusif.

Dari hasil pemantauan, tim FKPT Kepri juga melaporkan bahwa tempat ibadah, pelabuhan dan tempat hiburan malam ramai dikunjungi masyarakat.

“Lokasi Blue Fire Bengkong, jumlah pengunjung diperkirakan 1.000 orang, situasi terpantau aman dan terkendali dengan pengamanan berjalan baik,” jelas Lamidi yang didampingi Darson selaku Sekretaris FKPT Kepri.

Lamidi juga mengatakan, pelabuhan Harbour Bay juga terpantau sangat padat, dengan jumlah pengunjung lebih kurang 10.000 orang, akibatnya akses masuk pelabuhan sempat dibatasi oleh petugas.

“Arus lalu lintas menuju pelabuhan mengalami kemacetan signifikan, namun tetap terkendali oleh aparat. Disamping itu Thamrin City Nagoya Batam salah satu pusat perbelanjaan juga terpantau ramai dikunjungi,” tambahnya.

Menurut Lamidi, perayaan pergantian tahun baru 2025 di Batam berjalan aman dan kondusif dengan pengamanan tanggap serta sinergi yang baik antara aparat keamanan dan masyarakat. Meski begitu FKPT Kepri merekomendasikan kepada Pemerintah Daerah agar tetap melaksanakan monitoring khususnya di lokasi rawan gangguan bersama Forkopimda Provinsi maupun Kabupaten/ Kota.

“Perlu juga dilakukan penguatan manajemen rekayasa lalu lintas di kawasan pelabuhan internasional dan pusat keramaian pada momen pergantian tahun, serta penambahan pos kesehatan dan ambulans siaga di titik konsentrasi tinggi,” tandasnya.

Sementara itu, sebelumnya Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad mengimbau seluruh masyarakat untuk merayakan Tahun Baru secara sederhana serta meningkatkan kewaspadaan, terutama di lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.

Gubernur Kepri menekankan pentingnya kehati-hatian masyarakat saat beraktivitas di tempat umum, khususnya kawasan wisata alam yang kerap dipadati warga selama libur akhir tahun. Ia mengingatkan agar kejadian-kejadian pada masa lalu dapat dijadikan pelajaran bersama.

“Kami mengimbau agar lokasi wisata dan objek-objek yang berpotensi membahayakan, seperti pantai dan daerah rawan lainnya, benar-benar mendapat perhatian. Dengan kondisi cuaca dan musim saat ini, kewaspadaan harus ditingkatkan dan pengamanan tetap dijaga,” ujar Gubernur.

Menurutnya, keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama pemerintah daerah bersama aparat keamanan. Ia berharap momentum pergantian tahun dapat dilalui tanpa adanya insiden yang merugikan.

“Mudah-mudahan dengan doa kita bersama, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di Kepulauan Riau. Kita ingin masyarakat menyambut Tahun Baru dengan aman dan nyaman,” harapnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *