BATAM, Radarsatu.com – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menghadiri Pembukaan ASEAN–US Maritime Exercise (AUMX) II yang diselenggarakan oleh Konsulat Amerika Serikat di Medan, bertempat di Premiere Hotel, Batam, Rabu (10/12/2025). Latihan bersama ini bertujuan memperkuat kolaborasi dan interoperabilitas maritim antara negara-negara anggota ASEAN dan Amerika Serikat.
Di sela-sela acara, Wagub Nyanyang menyoroti posisi strategis Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Kamboja, Kepri memiliki wilayah laut yang mencapai 98 persen dari total luas $425.214,69 \text{ km}^2$.
“Letak geografis ini membawa peluang besar sekaligus tantangan yang kompleks. Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan banyak negara, kami menghadapi tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas kawasan,” ujar Wagub Nyanyang.
Kepri Hadapi Tiga Tantangan Utama
Wagub merinci tiga tantangan maritim utama yang dihadapi Kepri sebagai provinsi kepulauan terdepan Indonesia:
-
Kedaulatan dan Keamanan Maritim: Kewajiban mencegah praktik ilegal di laut, seperti illegal fishing dan pelanggaran kedaulatan lainnya.
-
Keamanan Jalur Pelayaran: Memastikan navigasi yang aman dan lancar di jalur pelayaran tersibuk di dunia, yaitu Selat Malaka dan Selat Singapura.
-
Lingkungan dan Mitigasi Bencana: Kebutuhan untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim dan perlindungan ekosistem laut yang sangat rentan.
Wagub Nyanyang menegaskan bahwa latihan seperti AUMX II sangat penting dan diapresiasi oleh Pemprov Kepri karena secara langsung dapat meningkatkan keamanan kawasan, memperkuat interoperabilitas, dan kesiapsiagaan bersama.
Selain tantangan, Wagub juga menyoroti potensi ekonomi maritim Kepri yang besar, mulai dari sektor perikanan, pariwisata bahari, hingga investasi kelautan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kepri, khususnya Kota Batam, sebagai tuan rumah penyelenggaraan latihan bersama AUMX II ini,” tutupnya, seraya berharap kerja sama Indonesia–AS ini dapat semakin erat demi keamanan dan kemakmuran kawasan.



