TANJUNGPINANG, Radarsatu.com – Sejumlah titik lokasi di Kota Tanjungpinang terjadi genangan air akibat air pasang tinggi (banjir rob) yang melanda sebagian besar wilayah Kepulauan Riau termasuk pulau Bintan dan sekitarnya. Pantauan tim redaksi Radarsatu.com pada Ahad (07/11) pagi, terlihat sepanjang permukiman yang berlokasi di pesisir atau pinggir pantai digenangi air laut.
Diantaranya seperti kawasan Pasar Baru, Potong Lembu, Rimba jaya hingga hingga Tanjung Unggat. Banjir yang diakibatkan naiknya permukaan air laut itu, mengakibatkan fasilitas infrastruktur publik khususnya terpaksa ditutup sementara karena tergenang air.
Salah seorang warga Potong Lembu, Abdullah menuturkan banjir rob tersebut mulai terjadi sejak Sabtu kemarin dan berlanjut pada Ahad pagi.
“Banjir ini tidak lama, hanya beberapa jam saja kembali surut,” katanya.
Dirinya juga mengungkapkan bahwa genangan akan semakin parah jika pada saat bersamaan terjadinya banjir rob, hujan deras tiba-tiba turun. Sehingga luapan air tidak dapat turun kelaut dikarenakan permukaan laut yang lebih tinggi mengalir ke daratan.
Lain halnya kondisi banjir rob yang terjadi di jl Sri Payung, Tanjung Unggat selain menggenangi jalan, juga mengakibatkan banyaknya sampah limbah rumah tangga yang naik kedaratan, hal ini diduga kuat akibat tertiup angin Utara yang berhembus dari arah laut.
Sementara itu sebagian besar masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir dan tepi laut sudah mengantisipasi fenomena alam tahunan itu.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang-Bintan, diperkirakan potensi banjir rob akan terjadi sejak tanggal 4 hingga 13 Desember 2025.
“Fenomena ini terjadi diakibatkan Fase Perigee yakni kondisi ketika jarak bulan berada pada titik terdekat dengan bumi yang bertepatan dengan fase bulan purnama,” demikian tulis BMKG.*



