KARIMUN, Radarsatu.com – Harga bahan pokok di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) mengalami kenaikan cukup signifkan.
Wakil Ketua Pemuda Batak Bersatu (PBB) Karimun, Maszan P Sianturi, menyoroti kenaikan harga bahan pokok di daerah berjuluk Bumi Berazam Tersebut.
“Naiknya harga bahan pokok sudah tentu memberatkan masyarakat,” ujarnya, Minggu (7/12).
Maszan meminta Pemkab Karimun dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah stabilisasi, agar harga bahan pokok kembali terkendali.
Apalagi sambungnya, periode libur akhir tahun kerap meningkatnya permintaan dan juga potensi gejolak harga.
“Pemkab Karimun harus memperkuat langkah antisipatif untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok,” tegas Maszan.
Ia juga meminta, pemerintah daerah segera mencari solusi agar barang pangan yang berasal dari Batam seperti, cabai, bawang, sayuran, wortel dan beras dipermudah masuk ke Karimun.
“Kita harapkan Pemda bersama instasi atau pihak terkait duduk bersama untuk mengambil kebijakan adanya kelonggaran pendistribusian barang pangan dari Batam ke Karimun,” kata Maszan.
Diberitakan sebelumnya, Bupati Karimun, Iskandarayah, menyebutkan kenaikan bahan pokok di daerahnya dipicu oleh terhambatnya pasokan dari Pulau Sumatera akibat bencana longsor dan banjir.
“Terjadi bencana di Pulau Sumatera, sehingga distribusi masuk ke Kabupaten Karimun menjadi tergganggu, dan menyebabkan naiknya harga sejumlah bahan pokok penting,” katanya.
Dikatakannya, sudah memerintahkan Kepala Disperindag untuk segera melakukan intervensi.
Langkah ini diambil untuk menormalkan kembali harga dan mencegah risiko inflasi yang dapat memberatkan masyarakat.
“Pemkab Karimun akan segera merumuskan kebijakan cepat dan tepat,” ujar Bupati Iskandarsyah. (*)



