Wabup Karimun Rocky Dukung Festival Seni Budaya Melayu Desa Gemuruh Jadi Agenda Tahunan

Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole foto bersama usai penutupan Festival Seni Budaya Melayu di Dusun II Desa Gemuruh, Kecamatan Kundur Barat,Selasa (4/11/2025) malam.F-Nov/Radarsatu.com

KARIMUN, Radarsatu.com – Pemerintah Kabupaten Karimun berkomitmen mendukung agar Festival Seni Budaya Melayu Desa Gemuruh dapat menjadi agenda tahunan.

Tujuannya, tidak hanya memperkuat identitas budaya Melayu, tetapi juga meneguhkan posisi Desa Gemuruh sebagai desa unggulan dan inspiratif di Provinsi Kepulauan Riau.

Demikiak disampaikan Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole saat menghadiri penutupan festival di Dusun II Desa Gemuruh, Kecamatan Kundur Barat,
Selasa (4/11/2025) malam.

Wabup Rocky memberi apresiasi khusus kepada Pemerintah Desa Gemuruh yang belakangan ini menjadi sorotan positif di tingkat nasional.

Yang mana, Desa Gemuruh berhasil masuk dalam daftar 15 desa terbaik program Desa BRILiaN tahun 2025.

Desa BRILiaN adalah program pemberdayaan desa yang digagas oleh Bank BRI untuk mengembangkan potensi desa melalui empat pilar utama.

Yaitu BUMDes (penggerak ekonomi), digitalisasi (keuangan dan layanan digital), sustainability (berkelanjutan), dan inovasi (kreativitas dan pemecahan masalah).

Tujuan dari program tersebut adalah menciptakan desa yang lebih maju, mandiri, dan tangguh dengan mengoptimalkan potensi lokal melalui ekosistem keuangan digital BRI.

Untuk itu Wabup Rocky berharap, Desa Gemuruh patut menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Karimun.

“Prestasi sebagai Desa BRILiaN menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan inovasi masyarakat Desa Gemuruh benar-benar hidup,” ucapnya.

Sementara, Kepala Desa Gemuruh, Ari Supriadi Nurfaizal, menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Karimun, PT Timah Tbk, Bank BRI, serta seluruh masyarakat yang telah bahu-membahu menyukseskan acara tersebut.

“Festival ini bukan sekadar hiburan, tapi juga bentuk nyata kecintaan kita terhadap seni dan budaya Melayu yang mulai tergerus zaman. Kita ingin anak-anak kita bangga menjadi bagian dari budaya ini,” ungkapnya.

Ari juga menuturkan, bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang ekonomi kreatif bagi masyarakat.

“Selama acara, banyak ibu-ibu rumah tangga dan pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi. Jadi selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga menggerakkan ekonomi warga,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *