Ketua LAM Kepri Menyesalkan Penampilan Artis Ibu Kota dengan Kostum yang Tak Patut

Ketua I LAM Provinsi Kepri Datok Wira Setia Utama Atmadinata.F-Istimewa

TANJUNGPINANG, Radarsatu.com – Pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri sangat menyesalkan aksi panggung artis Ibukota pada saat menghibur masyarakat Kota Tanjungpinang namun dengan busana yang mengenakan pakaian tidak senonoh atau tidak sopan.

Pernyataan itu disampaikan oleh Datok Wira Setia Utama Atmadinata kepada Tim Redaksi Radarsatu.com. Ketua I LAM Provinsi Kepri itu mengatakan, salah satu suguhan di panggung kopi merdeka Tanjungpinang yang ditaja oleh Dinas Pariwisata Provinsi Kepri .

“LAM Kepri memandang suguhan ini dari sudut norma orang Melayu sangat tidak patut, bukan saja tidak ada muatan tamadun Melayu tapi tidak cocok di pentas orang Melayu, ini juga bermakna OPD penyelenggara tidak paham tentang tamadun Melayu,” kata Atmadinata.

Meski begitu menurutnya, kritikan tersebut bukan berarti LAM Kepri bukan melarang berkesenian dan berkreasi maupun berimprovisasi tapi disesuaikan dengan norma, kaidah sosial masyarakat setempat, apalagi pembukaan acara itu diawali dengan Shalawat Busyro.

“Ternyata kontennya ada penyanyi dengan bangga mengenakan pakaian boleh dikata tidak senonoh,” sesalnya.

Kata orang Melayu, lanjutnya “hati-hati memakai, bila salah pakai aib terdedah malu teburai” ke hulu ke hilir orang mengeji.

“Sekali lagi LAM Kepri menyesalkan mata acara ini dipentaskan. Cukuplah sekali ini sebagai pengalaman untuk pembelajaran, ke depan diharapkan panitia atau OPD penyelenggara tidak lagi menyuguhkan penyanyi berbusana seperti ini,” pesannya.

Atmadinata juga menambahkan, jika alangkah manisnya dipandang bila mengenakan kebaya labuh misalnya, disamping sesuai dengan norma dan tamadun Melayu juga mensosialisasikan kearifan lokal, warisan budaya Melayu yang sudah diakui sebagai warisan budaya dunia.

“Jika begini tentu acara tersebut penuh dengan pesan pesan yang edukatif, positif, mestinya OPD penyelenggara menonjolkan bentuk berkesenian yang menyokong tumbuh kembang nya tamadun Melayu,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya kegiatan Festival Kopi Merdeka yang ditaja Dinas Pariwisata Pemprov Kepri merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan di Kepri.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *