Dinkes Tanjungpinang Ungkap 300 Balita di Tanjungpinang Alami Stunting

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam.F-Un/Radarsatu.com

TANJUNGPINANG, Radarsatu.com – Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang mencatat sekitar 300 balita (bayi dibawah Lima tahun) masih mengalami stunting, angka ini kurang dari 3 persen total jumlah balita di Kota Tanjungpinang.

Hal tersebut berdasarkan hasil pendataan langsung di posyandu-posyandu, data ini menunjukkan kondisi gizi anak di daerah ini relatif baik dibandingkan angka stunting nasional.

“Meskipun hasil SSG dari Badan Pusat Statistik (BPS), menunjukkan Tanjungpinang berada di angka 12 persen balita yang stunting, namun angka stunting di Tanjungpinang relatif baik,” kata Kadinkes Tanjungpinang, Rustam, Selasa (28/10) Siang.

Diterangkannya, bahwa upaya pencegahan stunting sudah dimulai sejak jenjang remaja untuk memastikan status gizi yang baik, termasuk pencegahan kurang energi kronis dan defisiensi zat besi.

Pada calon pengantin, pemeriksaan kesehatan dan kesiapan gizi juga dilakukan untuk memastikan kondisi tubuh optimal sebelum kehamilan.

kemudian, saat hamil, ibu dianjurkan menjalani pemeriksaan kehamilan minimal enam kali selama masa kehamilan, mengakses layanan kesehatan yang lengkap, serta mengonsumsi nutrisi yang memadai.

Setelah bayi lahir, pertumbuhan dipantau melalui posyandu, termasuk pemenuhan pemberian ASI eksklusif, imunisasi, serta pemberian makanan pendamping ASI setelah usia 6 bulan.

“Stunting bukan hanya persoalan anak saat lahir atau ketika masih balita, namun proses pencegahannya sudah dimulai sejak remaja, calon pengantin, hingga masa kehamilan dan setelah bayi lahir,” ungkap Rustam.

Selain itu, faktor pendukung non-kesehatan seperti akses air bersih, sanitasi, lingkungan tempat tinggal yang layak, dan ketersediaan jamban sehat juga memiliki peran penting dalam menekan angka stunting.

“faktor non-kesehatan ini juga sangat penting dalam menunjang pencegahan stunting, termasuk ketersediaan pangan di keluarga, serta pengasuhan yang baik oleh orangtua,” pungkasnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *