TANJUNGPINANG, Radarsatu.com – Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Riau terus memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program peningkatan kualitas produk.
Salah satu fokus utama adalah percepatan sertifikasi, penguatan kemasan, dan strategi branding agar produk UMKM Kepri mampu menembus pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri, Riki Rionaldi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai bentuk fasilitasi dan pendampingan teknis agar produk UMKM tidak hanya layak jual, tetapi juga memenuhi standar mutu dan estetika yang dibutuhkan pasar modern.
“Kita ingin produk UMKM Kepri punya wajah yang profesional dan berdaya saing tinggi. Sertifikasi halal, PIRT, hingga hak merek menjadi hal penting agar produk kita dipercaya oleh konsumen,” ujarnya.
Selain sertifikasi, Dinas Koperasi juga menaruh perhatian besar pada aspek desain kemasan dan identitas merek. Melalui kerja sama dengan lembaga desain, perguruan tinggi, dan praktisi branding, pelaku UMKM didorong untuk memiliki tampilan produk yang menarik dan konsisten.
Riki menambahkan, kemasan bukan hanya pelindung produk, tetapi juga media promosi yang dapat membangun citra dan kepercayaan pelanggan.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Banyak produk unggulan Kepri, seperti olahan hasil laut, batik khas daerah, dan produk herbal, yang kini dikembangkan dengan kemasan dan identitas merek yang lebih kuat.
“Kita ingin setiap produk membawa identitas Kepri yang membanggakan. Ini bukan sekadar menjual barang, tapi memperkenalkan budaya dan potensi daerah,” tambah Riki.
Program peningkatan kualitas dan daya saing UMKM ini juga menjadi bagian dari arah kebijakan strategis Pemerintah Provinsi Kepri dalam memperkuat ekonomi daerah berbasis sektor riil dan kewirausahaan masyarakat. Dinas Koperasi Kepri menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut hingga pendampingan pemasaran dan akses pembiayaan.
Melalui sinergi dengan perbankan dan lembaga keuangan mikro, pelaku UMKM yang telah memiliki sertifikasi dan merek terdaftar akan lebih mudah mendapatkan dukungan modal usaha untuk memperluas kapasitas produksinya.
Ke depan, Dinas Koperasi dan UMKM Kepri juga berencana membangun pusat layanan terpadu UMKM yang akan menjadi wadah pendampingan menyeluruh, mulai dari aspek legalitas, standardisasi, hingga promosi produk unggulan daerah.
Dengan sistem yang terintegrasi, diharapkan seluruh proses peningkatan kapasitas UMKM. Dari tahap awal hingga siap ekspor, sehingga dapat berjalan lebih cepat dan efisien.
Menurut Riki Rionaldi, langkah ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem usaha yang sehat, inovatif, dan berkelanjutan untuk memperkuat posisi Kepri sebagai sentra produk unggulan.



