TANJUNGPINANG, Radarasatu.com – Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan para pelaku UMKM yang telah berhasil menembus pasar ekspor maupun yang berpotensi untuk ekspor, hasil dari berbagai program pelatihan dan inkubasi bisnis yang selama ini dilaksanakan oleh dinas tersebut.
Kegiatan yang berlangsung penuh antusiasme itu turut didukung oleh Biro Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Kepri, serta dihadiri oleh perwakilan dari PLUD Batam dan Bea Cukai. Pertemuan ini menjadi ajang penting untuk memperkuat sinergi antar lembaga dalam menciptakan ekosistem ekspor yang kondusif bagi UMKM Kepri.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri, Riki Rionaldi menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah provinsi untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM agar mampu bersaing di pasar global.
“Kami tidak ingin UMKM Kepri hanya tumbuh di pasar lokal, tapi juga mampu menembus pasar ekspor. Banyak produk kita yang memiliki potensi besar, tinggal bagaimana kita memperkuat jejaring, kapasitas, dan pemahaman terhadap regulasi ekspor, termasuk aspek perpajakannya,” ujar Riki.
Dalam forum diskusi tersebut, salah satu isu yang turut menjadi perhatian adalah persoalan perpajakan yang kerap dihadapi oleh para pelaku UMKM ekspor. Dinas Koperasi dan UMKM Kepri bersama mitra terkait berkomitmen untuk memberikan pendampingan dan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tata kelola pajak bagi UMKM, agar tidak menjadi hambatan dalam proses ekspor.
Perwakilan Bea Cukai yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan dukungannya terhadap langkah-langkah Dinas Koperasi dan UMKM Kepri. Mereka menegaskan komitmen untuk terus memfasilitasi dan memberikan kemudahan bagi pelaku usaha kecil yang ingin memperluas pasar ke luar negeri.
“Bea Cukai siap mendukung peningkatan nilai ekspor dari Provinsi Kepri, khususnya dari Kota Batam, ke sejumlah negara tujuan seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Arab Saudi, dan Turki,”ujarnya.
Dari hasil pertemuan tersebut, tergambar betapa besarnya potensi ekspor produk-produk UMKM Kepri yang dapat dikembangkan lebih luas. Beberapa pelaku usaha yang hadir bahkan telah menjalin komunikasi awal dengan mitra luar negeri untuk menjajaki peluang kerja sama baru.
Riki Rionaldi menambahkan, sinergi lintas sektor ini akan terus diperkuat melalui pembinaan, promosi, serta penguatan kelembagaan dan legalitas ekspor bagi UMKM.
“Kami berharap langkah ini menjadi titik awal dari gelombang baru UMKM Kepri yang berdaya saing global. Pemerintah provinsi akan terus hadir memberikan dukungan nyata, baik dalam hal pelatihan, fasilitasi, maupun regulasi,” tegasnya.
Dengan langkah kolaboratif ini, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri optimistis mampu mendorong pertumbuhan ekspor berbasis potensi daerah dan membuka peluang lebih luas bagi UMKM untuk naik kelas menuju pasar internasional.



