Tingkatkan Daya Saing WBP, Kepala Rutan Tanjungpinang Silahturahmi ke Dinas Koperasi dan UKM Kepri

Kadis UMKM Kepri, Riki Rionaldi saat menerima kunjungan jajaran Rutan Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG, Radarsatu.com – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kepri Riki Rionaldi menerima kunjungan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tanjungpinang, Alanta Imanuel Ketaren dan jajarannya pada Selasa (14/10) pagi di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Komplek Perkantoran Pemprov Kepri.

Kunjungan silaturahmi tersebut dalam rangka upaya sinergi dan kolaborasi dalam upaya meningkatkan kapasitas Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas I Tanjungpinang, berupa pelatihan guna meningkatkan daya saing produk yang telah dihasilkan WBP Rutan Tanjungpinang selama ini.

“Jadi WBP Rutan Kelas 1 Tanjungpinang selama ini telah menghasilkan produk-produk kerajinan tangan (handicraft) yang berbahan baku lokal,” ungkap Riki Rionaldi.

Lebih lanjut ditambahkan Riki, bahwa pihak rutan menginginkan terjadinya kolaborasi dengan Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Koperasi dan UKM Kepri agar memberikan pelatihan pendampingan.

“Dengan adanya pelatihan kedepannya Warga rutan dapat lebih berdaya, setelah keluar dari rutan,” jelasnya.

Diketahui salah satu karya unggulan yang berhasil di ciptakan oleh WBP Rutan Kelas I Tanjungpinang, yakni miniatur kapal layar yang dibuat menggunakan barang-barang bekas seperti kayu dan bahan tidak terpakai lainnya.

Proses pembuatan miniatur kapal layar melibatkan tahapan detail, mulai dari perancangan desain hingga finishing. Kegiatan ini mencerminkan ketekunan dan keterampilan yang diasah para WBP selama mengikuti program pembinaan. Tidak hanya itu, mereka juga membuat berbagai kerajinan tangan lain, seperti miniatur truk, mobil, pot bunga, bus, kotak tisu, hingga landmark Gedung Gonggong, dengan memanfaatkan stik es krim.

Pihak Rutan Kelas I Tanjungpinang, mengapresiasi hasil karya para WBP.

“Melalui kegiatan ini, para WBP belajar untuk menghargai barang bekas dan mengubahnya menjadi karya seni yang bernilai. Ini juga membantu mereka mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik,” kata Alanta Imanuel Ketaren.

Program pembinaan ini diharapkan dapat memberikan bekal keterampilan kepada WBP sehingga mereka mampu menjalani kehidupan baru yang produktif, menciptakan peluang kerja, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setelah bebas.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *