Inovasi Bintan Berseri: DLH Bintan Edukasi Warga Bintan Timur Kelola Limbah Jadi Kompos dan Biopori Anti Banjir

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bintan menggelar penyuluhan lingkungan yang berfokus pada teknik pembuatan Kompos dan Lubang Resapan Biopori.F-Diskominfo Bintan

BINTAN, Radarsatu.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bintan menggelar penyuluhan lingkungan yang berfokus pada teknik pembuatan Kompos dan Lubang Resapan Biopori. Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan Bintan Berseri dan menyasar masyarakat serta pegiat bank sampah di Kecamatan Bintan Timur.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan, menyampaikan apresiasi penuh atas inisiatif DLH. Ia menegaskan bahwa terobosan aktif ini adalah kunci perubahan besar, sejalan dengan isu lingkungan yang menjadi perhatian nasional.

“Terobosan semacam ini yang harus kita genjot terus, apalagi isu lingkungan ini memang jadi salah satu isu nasional. Harapannya tentu agar masyarakat kita bisa semakin memahami manfaat yang didapat dari lingkungan yang baik dan pastinya bersih,” jelas Bupati Roby.

Tiga Pilar Bintan Berseri untuk Pemberdayaan Masyarakat

Kepala DLH Bintan, Niken Wulandari, menjelaskan bahwa tujuan utama penyuluhan ini adalah memberdayakan masyarakat agar mampu mengelola limbah rumah tangga secara mandiri dan ramah lingkungan.

Program Bintan Berseri sendiri didasarkan pada tiga pilar utama: regulasi, edukasi, dan kolaborasi. Penyuluhan ini merupakan implementasi nyata dari pilar edukasi.

“Dengan teredukasinya masyarakat, kami berharap kesadaran dan partisipasi dalam menjaga lingkungan semakin meningkat. Ini sejalan dengan upaya mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ujar Niken, Rabu (01/10).

Kompos dan Biopori: Solusi Ekonomi Sirkular

Dalam sesi pelatihan, peserta diajarkan teknik praktis mengolah sampah organik, seperti sisa makanan dan daun, menjadi pupuk alami. Niken menekankan manfaat ganda dari proses ini.

“Kompos adalah contoh nyata ekonomi sirkular. Sampah yang tadinya dianggap tidak berguna bisa menjadi sumber daya yang bermanfaat,” katanya.

Selain mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), kompos membantu menyuburkan tanaman dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Sementara itu, sesi Biopori memperkenalkan teknik sederhana untuk membuat lubang resapan di tanah. Lubang Biopori tidak hanya membantu mengurangi risiko banjir dan konservasi air tanah, tetapi juga berfungsi sebagai tempat penguraian sampah organik, menjadikannya solusi sederhana pengelolaan limbah harian.

DLH Bintan berharap, kegiatan ini menjadi langkah kecil dengan dampak besar bagi kelestarian lingkungan dan menggalakkan adopsi kebiasaan ramah lingkungan di setiap rumah tangga Bintan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *