Ribuan Pelajar Karimun Tidak Lagi Terima Makan Bergizi Gratis

Owner SPPG Rezeki Dapur Karimun, Rezekila Azizah (kiri) dan Kepala SPPG Sungai Lakam 1, Meciridayani (kanan) memberilan keterangan kepada wartawan, Rabu (1/10/2025).F-Nov/Radarsatu.com

KARIMUN, Radarsatu.com – Ribuan pelajar di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau tidak lagi menerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu dikarenakan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendistribusikan MBG ditutup sementara.

Penutupan disebabkan adanya belasan pelajar diduga mengalami gejala mual, muntah dan pusing usai mengonsumsi MBG pada, Kamis 29 September 2025 lalu.

“Penerima MBG sebanyak 3.941. Rinciannya, 3.715 pelajar dari 9 sekolah, dan 226 dari 4 posyandu (balita, bumil, bunsui),” ujar owner SPPG, Rezekila, Rabu (1/10).

Ia mengatakan, tutupnya beroperasi sementara dapur SPPG dikelola bukan hanya penerima manfaat yang tidak mendapatkan MBG.

Tapi ada puluhan pekerja di dapur tersebut juga terancam kehilangan pekerjaan.

“Untuk pekerjanya sekitar 50 an orang setiap hari bekerja menyiapkan MBG yang terancam kehilangan pekerjaan,” kata Rezekila.

Disampaikannya, puluhan pekerja tersebut untuk gajinya dibayar perhari. Dengan dapur SPPG ditutup sementara, pekerja harian tersebut tidak mendapatkan upah.

“Merka gajinya dibayar perhari. Dengan dapur tutup, mereka tidak dapat upah,” ucapnya.

Rezekila menyebutkan, pihaknya selalu memantau perkembangan siawa yang mengalami sakit usai mengkonsumsi menu MBG dari dapur SPPG nya.

“Setiap hari kita pantau bagaimana kondisinya, dan alhamdulillah sudah baik semuanya,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *