KARIMUN, Radarsatu.com – Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau berdekatan dengan negara Malaysia dan Singapura.
Kabupaten Karimun terdapat sejumlah perusahaan di antaranya PT Karimun Sembawang Shipyard, PT Oil Tanking, PT Karimun Marine Shipyard dan PT Saipem Indonesia Karimun Branch.
Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah berjuluk Bumi Berazam tersebut juga ada memperkerjakan tenaga kerja asing atau TKA.
Berdasarkan data, jumlah TKA tahun 2024 di Kabupaten Karimun lebih banyak dari tahun 2025.
“Hingga September 2025 jumlah TKA 212 orang, sedangkan di 2024 sebanyak 558 orang,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Karimun, Dwi Avandho Farid, Rabu (10/9/2025).
Hal itu disampaikannya saat memimpin media gathering dan konferensi pers capaian kinerja triwulan III tahun 2025 Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Karimun.
Dwi juga mengatakan, selama dua tahun berturut-turut warga negara India pemegang izin tinggal terbanyak pertama di Kabupaten Karimun.
“Tahun 2024 sebanyak 218 orang, sampai September 2025 sudah 78 WNA India yang paling banyak menerima layanan izin tinggal di Karimun,”
Disampaikan Dwi, urutan kedua WNA pemegang izin tinggal terbanyak di Karimun sepanjang 2025 ialah China 47 orang. Sedangkan tahun sebelumnya Filipina 87 orang.
Lanjutnya, WNA Filipina pada tahun ini berada di urutan ketiga yakni 44 orang, yang sebelumnya adalah Thailand 72 orang.
Kemudian, WNA paling banyak menerima layanan izin tinggal di Karimun urutan ke empat sepanjang 2025 ialah Italia 41 orang, untuk sebelumnya WNA China 47 orang.
Sementara pada urutan kelimanya adalah WNA Thailand 34 orang untuk sepanjang 2025, tahun sebelumnya WNA Italia 42 orang.
“Jumlah izin tinggal WNA 2023 untuk ITK 78, KITAS 842, KITAP 9. Tahun 2024 ITK 95, KITAS 969, KITAP 11. Tahun 2025 sampai September ITK 43, KITAS 486, KITAP 1,” ucap Dwi.
Ia menegaskan, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Karimun terus melakukan pengawasan secara berkala terhadap orang asing yang berada di Kabupaten Karimun.
“Pengawasan yang dilakukan bertujuan agar terciptanya situasi dan kondisi yang kondusif di Karimun,” pungkas Dwi.



