Indeks

Hampir 2 Bulan Diluncurkan, Penggunaan Aplikasi Hallo Bupati Karimun Masih Rendah

Tangkapan layar Aplikasi Hallo Bupati Karimun di play store.F-Istimewa

KARIMUN, Radarsatu.com – Bupati Iskandarsyah dan Wakil Bupati Rocky Marciano Bawole telah meluncurkan aplikasi Hallo Bupati Karimun pada Juli 2025 lalu.

Tujuan dihadirkan aplikasi Hallo Bupati Karimun, memudahkan masyarakat untuk melaporkan berbagai masalah. Mulai dari infrastruktur, kebersihan, hingga keamanan dan kesehatan.

Informasi diperoleh, biaya pembuatan aplikasi oleh salah satu perusahaan berkedudukan di Yogyakarta tersebut senilai Rp 120 juta. Sumber anggarannya berasal dari APBD Kabupaten Karimun tahun 2025.

Namun, hampir dua bulan setelah diluncurkan, konsumsi publik terhadap aplikasi Hallo Bupati Karimun masih sangat rendah.

Berdasarkan data diperoleh di play store, Sabtu (6/9/2025), aplikasi Hallo Bupati Karimun versi 2.1.0 yang dirilis pada 10 Juli 2025 telah di update tiga belas hari kemudian mendapat rating 3,7 baru diunduh atau di download lebih dari 500.

Sementara, berdasarkan data terbaru per 2024, jumlah penduduk Kabupaten Karimun tercatat sebanyak 272.390 jiwa.

Belum diketahui apa penyebab masyarakat Kabupaten Karimun masih rendah menggunakan aplikasi tersebut.

Mungkin dikarenakan banyak faktor yang mempengaruhi, di antaranya kurangnya sosialisasi yang tidak merata untuk mencapai pengguna lebih luas.

“Penggunaan aplikasi Halo Bupati Karimun ribet, masukan email dulu baru bisa digunakan. Banyak juga ibu-ibu yang mau menyampaikan aspirasinya tidak memiliki email,” kata salah seorang warga Karimun, Jantro.

Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Kabupaten Karimun tersebut menyampaikan, pelaporan keluhan dan kritikan dari masyarakat ke pemerintah daerah dibuat secara mudah.

“Alangkah baiknya kalau mau dibuat, langsung ke nomor WhatsApp Pak Bupati Iskandarsyah atau Pak Wabup Rocky saja,”
kata Jantro lagi mengakhiri.

Seperti diberitakan, diluncurkan aplikasi Halo Bupati Karimun komitmen Pemda dalam meningkatkan transparansi dan memperkuat komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat.

“Manfaatkan dalam rangka membangun pemerintahan yang terbuka dan responsif. Ini menjadi sarana resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi terkait pelayanan publik,” kata Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole.

Exit mobile version