TANJUNGPINANG, Radarsatu.com – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB (Dinkes PP dan KB) Kota Tanjungpinang bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Rapat Konvergensi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Puskesmas Tanjungpinang, Senin (1/9/2025). Pertemuan ini bertujuan untuk menyamakan langkah dalam mempercepat penurunan angka stunting di kota tersebut.
Rapat ini dihadiri oleh Ketua TPPS dari seluruh kecamatan dan kelurahan, Kepala Puskesmas, serta Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB). Menurut Kepala Dinkes PP dan KB Tanjungpinang, Rustam, pertemuan ini merupakan bagian dari rembuk stunting yang penting untuk mencapai target penurunan stunting. “Upaya ini sejalan dengan visi Wali Kota Tanjungpinang, BIMA SAKTI,” ujarnya.
Data menunjukkan tren positif dalam upaya ini. Berdasarkan survei SKI/SSGI, angka stunting di Tanjungpinang turun dari 15,7% pada 2022 menjadi 12,9% pada 2024. Sementara itu, data e-PPGBM per Juni 2024 mencatat prevalensi yang lebih rendah, yaitu 2,9%.
Seorang perwakilan TPPS Kecamatan Tanjungpinang Barat menekankan pentingnya dukungan berjenjang dari kelurahan hingga kecamatan. “Kami siap menjalankan program konvergensi ini, terutama dalam menguatkan edukasi gizi dan pemantauan tumbuh kembang anak di lapangan,” katanya.
Perwakilan Kepala Puskesmas juga menambahkan bahwa koordinasi dengan kader kesehatan akan terus ditingkatkan. “Sinergi ini sangat penting agar intervensi bisa tepat sasaran, terutama bagi keluarga yang berisiko tinggi stunting,” ungkapnya. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, diharapkan prevalensi stunting di Tanjungpinang terus menurun dan kualitas generasi mendatang semakin baik.



