KARIMUN, Radarsatu.com – Beberapa kebutuhan pokok (sembako) di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau mulai langka, salah satu beras.
Tidak hanya langka, harga sejumlah kebutuhan pokok di daerah berjuluk Bumi Berazam tersebut pun mengalami kenaikan signifikan.
Langka dan mahalnya sembako sangat dikeluhkan masyarakat. Bahkan masyarakat mulai kecewa karena belum adanya upaya dari pemerintah daerah untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Terkait hal itu, kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Rakyat Karimun Bersuara akan menggelar aksi.
“Aksi damai akan dilaksanakan, Rabu 20 Agustus 2025 pagi, titik kumpulnya di warkop Gamawa Coastal Area dan berakhir di Kantor Bupati Karimun,” ujar Denni Subairi selaku koordinator aksi, Senin (18/7).
Disampaikannya, dalam aksi yang digelar Rakyat Karimun Bersuara nanti akan megumpulkan bahan pokok (sembako)
dari masyarakat yang peduli di Coastal Area.
Sembako yang dikumpulkan akan dimasukan ke dalam plastik bungkusan es.
“Sembilan bahan pokok yang dikumpulkan kita kasih satu-satu sendok lalu diserahkan kepada Bupati Karimun dan Kanwil DJBC Khusus Kepri. Dikemas seperti itu agar beliau tau sulitnya kondisi masyarakat tentang sembako saat ini,” kata Denni.
“Paket sembako yang berhasil kita kumpulkan juga kita serahkan kepada masyarakat tidak mampu,” tambahnya.
Denni menyebutkan, Bupati Karimun Iskandarsyah tidak memberikan solusi kepada masyarakat, termasuk beras SPHP dari Bulog.
Menurutnya, program beras SPHP merupakan program dari Pemerintah Pusat bagi keluarga tidak mampu atau miskin.
Sementara kondisinya banyak masyarakat Karimun yang tidak memakan beras tersebut.
“Beras SPHP sudah ada dari dulu, ada di seluruh Indonesia. Tapi yang dimau masyarakat itu tentang kebutuhan pasar bagi masyarakat keseluruhan,” tutur Denni.
Untuk itu ia meminta agar Bupati Karimun serta seluruh instansi terkait dapat memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Masyarakat maunya solusi yang tepat,” kata Denni lagi.
