Indeks

Soal Gaji Petugas Kebersihan, Wabup Rocky Cari Jalan Terbaik

Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole. (Foto: Kar)

KARIMUN, radarsatu.com – Petugas kebersihan di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau masih belum menerima gaji bulan Januari dan Februari 2025.

Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole mengatakan, terus berusaha mencari jalan terbaiknya.

“Kami berupaya mencari jalan terbaik untuk penyelesaian gaji kebersihan yang tertunda,” ujarnya, Rabu (26/2/2025).

Ia mengatakan, saat ini sedang berada di Jakarta kemudian ke Solo dan lanjut ke Magelang bergabung dengan Bupati Karimun, Iskandarsyah yang mengikuti retret kepala daerah.

“Setelah kami pulang ke Karimun, nanti ada infonya,” kata Rocky.

Belum menerima dua bulan gaji, petugas kebersihan sempat melakukan aksi mogok kerja selama delapan hari.

Dampaknya, sampah di tempat pembuangan sementara atau TPS lun terus menumpuk, karena tidak terangkut ke TPA Sememal.

Sehari setelah dilantik Presiden Prabowo, Wabup Karimun Rocky bersama Palang Merah Indonesia (PMI) menurunkan sejumlah truk dan alat berat mengangkut sampah di TPS ke TPA.

Kemudian Wabup Rocky mengumpulkan sejumlah petugas kebersihan di rumah dinas Bupati Karimun pada, Sabtu (22/2).

“Anggaran untuk membayar 2 bulan gaji petugas kebersihan sekitar Rp 1,3 miliar sudah tersedia. Namun, karena terbentur dengan regulasi sebagaimana tertuang didalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2023 tentang pembayaran gaji pekerja harian lepas (PHL) menyebabkan belum bisa dicairkan. Minggu depan saya akan sampaikan apa hasilnya atau kepastiannya. Saya minta untuk bersabar,” ucap Rocky saat pertemuan itu.

Setelah mendengarkan penjelasan itu, sopir amrol, truk, pickup dan tosa membuat kesepakatan bersama. untuk mengakhiri aksi mogok kerja.

Semetara, petugas kebersihan lainnya (tukang sapu) masih bertahan melakukan aksi mogok kerja.

“Pak Wabup Rocky telah memberikan kejelasan tentang gaji kami, jadi kami memutuskan bekerja kembali sampai dengan 28 Februari 2025,” kata Mulyono, salah satu sopir truk amrol.

Meski telah teratasi sampah menumpuk berhari-hari di TPS, kini munculnya lagi permasalahan tumpukan sampah di pinggir jalan dan di depan pelabuhan domestik Karimun.

Lebih dari sepekan sampah tidak jauh dari rumah dinas Bupati Karimun tidak diangkut ke TPS. Selain menimbulkan aroma tidak sedap, juga sudah berkeliaran belatung dari tumpukan sampah ke jalan.

Exit mobile version