Harga Bahan Pokok Naik, Pelaku Usaha Mikro Harus “Putar Otak” Demi Bertahan Hidup

Kedai sarapan pagi lontong milik Hidayat, berlokasi di jalan Raja Haji Fisabilillah KM 8 Tanjungpinang Timur. (Foto: radarsatu.com)

TANJUNGPINANG, Radarsatu.com – Para pelaku Usaha Mikro terutama penjual makanan di Kota Tanjungpinang harus putar otak demi bertahan hidup, pasalnya sejak akhir tahun harga bahan kebutuhan pokok mengalami kenaikan cukup signifikan mulai dari berbagai jenis sayuran lokal, aneka bumbu seperti cabe hingga santan kelapa juga ikut melonjak tinggi.

Pedagang lontong padang di jalan raja haji fisabilillah batu 8 Tanjungpinang Timur, Hidayat menuturkan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok tersebut sudah terjadi cukup lama.

Walaupun begitu dirinya sebagai kepala keluarga yg menggantungkan hidup dari berjualan aneka kuliner setiap pagi hari itu terus berupaya mempertahankan pelayanan terutama menjaga kualitas cita rasa makanan terhadap pelanggannya.

Hingga akhirnya meski modal berjualan meningkat terus, Pria asal Padang Sumatera Barat ini yang awalnya sempat bertahan di harga lama, terpaksa menyesuaikan harga makanan dengan kenaikan Rp 1000,- per porsi.

“Kenaikan sebesar seribu rupiah per piring itu hanya untuk menutup COS belanja saja bg,” kata Hidayat.

Hidayat mengungkapkan dalam hitung-hitungannya, kenaikan harga bahan pokok yang signifikan itu sebenarnya belum sesuai dengan kenaikan makanan, namun hal itu terpaksa dilakukan agar pelanggannya tidak lari terlebih ditengah daya beli dan tingkat ekonomi masyarakat Tanjungpinang yang cenderung belum stabil.

Adapun jenis makanan yang dijualnya diantaranya seperti lontong sayur kuah nangka/ pakis ditambah telur yang sebelumnya dijual Rp 12 ribu per porsi kini menjadi Rp 13 ribu per porsi demikian halnya gado-gado atau lontong pecal yang awalnya rp 13 ribu per porsi kini menjadi rp 14 ribu per porsi plus telur.

“Saya berharap kondisi harga bahan pokok tetap stabil, agar pengeluaran modal usaha kami tidak semakin bertambah,” harapnya.

Sementara itu, pantauan harga bahan pokok di pasar tradisional Bestari Bintan Center Kota Tanjungpinang pada Jum’at (24/01) harga cabe rawit saat ini Rp 110 ribu/ Kg sedangkan sebelumnya saat normal Rp 60 ribu/kg.

Cabe merah juga ikut mengalami kenaikan meski tidak setinggi cabe rawit. Namun sebelumnya yang sempat menghebohkan kenaikan harga santan kelapa yang sebelumnya normal di kisaran Rp 18 ribu/ kg sejak sebulan terakhir naik hampir 2 kali lipat menjadi Rp 30-32 ribu/ kg.

Boby, salah seorang pedagang mengatakan, kenaikan bahkan juga terjadi pada sayuran lokal seperti bayam dan kangkung yang biasanya Rp 10-12 ribu/ kg, maka kini dijual naik Rp 18-20 ribu/ kg.

“Kalau kenaikan harga sayuran disebabkan pengaruh cuaca yang menyebabkan hasil panen rusak,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *