Polemik Siswa Berprestasi Dikeluarkan usai Komplain Hadiah Uang Lomba Selesai di Disdik Tanjungpinang

Kepala Disdik Tanjungpinang, Teguh Ahmad Syafari (tengah). (Foto: Chairuddin)

TANJUNGPINANG, RADARSATU.COM – Polemik siswa sekolah dasar (SD) di Tanjungpinang yang dikeluarkan dari sekolah usai orang tua komplain pembagian uang hadiah lomba selesai di Dinas Pendidikan (Disdik).

Hal itu usai pihak keluarga dan sekolah menjalani mediasi di Disdik Tanjungpinang, Kamis (12/12).

Kepala Disdik Tanjungpinang, Teguh Ahmad Syafari mengatakan, polemik itu terjadi lantaran adanya miskomunikasi antara kepala sekolah (kepsek) dengan wali murid.

“Ini masalah miskomunikasi yang mungkin belum tersampaikan. Saya menyarankan mereka sering duduk berdua,” katanya.

Teguh menjelaskan, terdapat sejumlah hal yang menjadi pembahasan dalam mediasi iru. Pertama, perihal pemindahan siswa tersebut. Kedua, perihal pemotongan uang hadiah lomba yang kabarnya mencapai 50 persen.

“Terkait anak yang dikeluarkan itu tidak benar atau pindah. Apalagi sekarang masa ujian. Proses perpindahan itu di dinas, bukan sekolah,” ucapnya.

“Kedua, pemotongan itu juga tidak benar. Setelah duduk bersama, baru paham tidak ada pemotongan. Alhamdulillah orang tuanya memahami,” tambah Teguh.

Ia melanjutkan, pertemuan itu juga memastikan bahwa siswa berprestasi di tingkat provinsi itu tetap bersekolah seperti biasa.

Teguh mengaku tidak pernah menerima surat pemindahan atau pengeluaran siswa itu dari tempat ia bersekolah.

“Anaknya baru kemarin kita kasih bunga dan kue. Jadi tetap bersekolah. Itu anak pintar,” ujarnya.

Sebelumnya, Disdik Tanjungpinang menanggapi polemik pembagian uang hadiah lomba yang berujung seorang siswa yang dikeluarkan dari sekolah.

“Saya tidak bisa ambil langkah sendiri, saya harus bahas dulu bersama pimpinan,” kata Kasi Pembinaan SD Disdik Tanjungpinang, Achmad Suprapto, Rabu (11/11).

Ia mengaku telah mengetahui polemik itu. Bahkan, ia telah bertemu dengan kepala sekolah (kepsek) tersebut.

“Saya baru ketemu dengan kepala sekolahnya. Informasinya itu (pemindahan) permintaan dari orang tua. Saya diperlihatkan bukti berupa pesan WA,” katanya lagi.

Sementara Wali murid siswa tersebut, Indra Imran mengatakan, polemik itu bermula saat ia memprotes adanya dugaan pemotongan uang hadiah lomba tingkat provinsi yang anaknya menangkan untuk sekolah.

Potongan itu, mencapai 50 persen dari total hadiah yang anaknya dapatkan. Dari total hadiah Rp4 juta, anaknya hanya menerima uang senilai Rp1,9 juta.

Menurutnya, perlakuan itu tanpa alasan yang jelas dan sangat berbeda dengan prestasi sebelumnya. Ia pun kecewa dan sontak protes dengan tindakan dari pihak sekolah.

Orang tua siswa juga sempat meminta pihak sekolah untuk mengembalikan uang lomba yang dipotong, serta memindahkan anaknya ke sekolah lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *