Komisi I DPRD Tanjungpinang Minta Disdik Selesaikan Polemik Siswa Berprestasi Dikeluarkan dari Sekolah

Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maiyanti. (Foto: Dok. Maiyanti)

TANJUNGPINANG, RADARSATU.COM – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) meminta agar Dinas Pendidikan (Disdik) selesaikan polemik siswa berprestasi yang dikeluarkan dari sekolah.

Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maiyanti mengaku telah mengetahui polemik tersebut. Bahkan, ia telah berkomunikasi langsung dengan Kepala Disdik Tanjungpinang, Teguh Ahmad Syafari.

“Komunikasi saya dengan Pak Kadis, saya minta untuk diselesaikan. Panggil orang tua dan kepala sekolah,” katanya, Kamis (12/12).

Ia merasa kecewa bila isu yang berkembang soal pemangkasan uang hadiah lomba dan pemindahan siswa benar terjadi.

Menurutnya, Disdik dan semua pihak terkait harus menelusuri betul polemik itu dan tidak hanya mendengar penyataan sepihak saja.

“Jadi kalau memang terjadi, kami sangat kecewa. Ini harus kita telusuri juga tanggapan dari kepala sekolah dan orang tua,” ucapnya.

“Infonya akan dipanggil dan orang tua murid. Semoga bisa diselesaikan. Kita tidak bisa mendengarkan secara sepihak,” tambah Maiyanti.

Ketua DPC Gerindra Tanjungpinang itu melanjutkan, pihaknya juga akan memanggil kedua pihak bila mediasi orang tua dan sekolah tidak menemui titik terang.

“Ketika tidak selesai, kami akan panggil. Ini harus ada pemanggilan disdik. Mudah-mudahan selesai, kalau tidak Komisi I siap tindakan lanjuti,” lanjutnya.

Sebelumnya, Disdik Tanjungpinang menanggapi polemik pembagian uang hadiah lomba yang berujung seorang siswa yang dikeluarkan dari sekolah.

“Saya tidak bisa ambil langkah sendiri, saya harus bahas dulu bersama pimpinan,” kata Kasi Pembinaan SD Disdik Tanjungpinang, Achmad Suprapto, Rabu (11/11).

Ia mengaku telah mengetahui polemik itu. Bahkan, ia telah bertemu dengan kepala sekolah (kepsek) tersebut.

“Saya baru ketemu dengan kepala sekolahnya. Informasinya itu (pemindahan) permintaan dari orang tua. Saya diperlihatkan bukti berupa pesan WA,” katanya lagi.

Sementara Wali murid siswa tersebut, Indra Imran mengatakan, polemik itu bermula saat ia memprotes adanya dugaan pemotongan uang hadiah lomba tingkat provinsi yang anaknya menangkan untuk sekolah.

Potongan itu, mencapai 50 persen dari total hadiah yang anaknya dapatkan. Dari total hadiah Rp4 juta, anaknya hanya menerima uang senilai Rp1,9 juta.

Menurutnya, perlakuan itu tanpa alasan yang jelas dan sangat berbeda dengan prestasi sebelumnya. Ia pun kecewa dan sontak protes dengan tindakan dari pihak sekolah.

Orang tua siswa juga sempat meminta pihak sekolah untuk mengembalikan uang lomba yang dipotong, serta memindahkan anaknya ke sekolah lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *