Gubernur Ansar Apresiasi Panen Perdana Padi Hasil Warga Binaan Rutan

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad Saat Melakukan Panen Padi Perdana Hasil Binaan Rutan Kelas I Tanjungpinang. (Foto: Robbin)

TANJUNGPINANG, RADARSATU.com — Gubernur Kepri Ansar Ahmad melakukan panen perdana Gabah(Padi) dilahan asimilasi dan edukasi kawasan Dompak, Minggu(17/13).

Panen ini dilakukan bersama Kakanwil Kemenhumkam Provinsi Kepulauan Riau, I Nyoman Gede Surya Mataram dan Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang, Eri Erawan bersama Ady Indra Pawennari sebagai mentor usaha Pertanian Kepri.

Padi yang ditanam diatas lahan berukuran 10 x 25 meter ini merupakan percontohan dan tahap uji coba memiliki hasil panen cukup memuaskan kelompok tani Warga binaan Rutan Kls I Tanjungpinang yang berbentuk wadah Koperasi Jasa Warga Sejahtera (Jawara).

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan lahan asimilasi dan edukasi ini ternyata jika dikelola dengan serius diatas tanah dipenuhi bauksit hasilnya sangat menjanjikan untuk ketahanan pangan.

Gubernur Kepri menghimbau bahwa usaha bidang pertanian sudah saatnya dikembangkan dalam membantu ketahanan pangan secara khusus bagi masyarakat Kepri. Jika ada kemauan pasti ada jalan bagaimana supaya menghasikan.

“Saya sebagai Kepala daerah sangat mengapresiasi serta mengacungkan jempol bagi tokoh muda sahabat saya Ady Indra Pawennari yang merupakan mentor dan inisiator usaha pertanian diwilayah Provinsi Kepri,” kata Ansar Ahmad.

Baca Juga :  Sempat Isolasi Mandiri, Suami Wali Kota Tanjungpinang Dinyatakan Negatif COVID-19

Selain Gubernur Ansar, Kakanwil Kemenhumkam Provinsi Kepri, I nyoman Gede Surya Mataram juga mengapresiasi Ady Indra Pawennari yang mampu menciptakan terobosan baru kepada Warga binaan Rutan Kelas I Tanjungpinang untuk bercocok tanam dilahan asimilasi dan edukasi.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Ady Pawennari atas gagasan maupun terobosan baru yang sungguh menguntungkan Warga binaan maupun keluarga besar Rutan Kelas I Tanjungpinang. Hasil karya yang sungguh berharga ini tentu akan kami pertahankan agar dapat berkesenambungan dikemudian hari,” ucapnya.

Ditempat terpisah, Ketua Koperasi Jasa Warga Sejahtera (Jawara) Warga binaan Rutan Kelas I Tanjungpinang, Orbit mengatakan gabah yang ditanam dilahan asimilasi dan edukasi Pulau Dompak murni memberdayakan tenaga Warga binaan yang tidak lama lagi akan dibebaskan dari tahanan.

Selain itu, sebanyak 7  Warga binaan memberdayakan edukasi gabah ini setelah mendapat SK integrasi dari Kepala Rutan.

Baca Juga :  Melalui Program Gerbang Kampung, RT/RW Bintan Manifestasikan Peralatan Kebersihan

“Awalnya tanaman Jagung sebagai tahap uji coba ternyata berhasil panen.Keberhasilan itu tentu akan dapat memacu dan memotivasi lalu kita mencoba menanam Padi hasilnya juga memuaskan, dalam kurun waktu 105 hari sudah dapat dipanen,” ucapnya.

Dirinya mengharapkan agar usaha Pertanian khususnya bagi Warga binaan dapat berkesenambungan karena terbukti menjadi nilai Comunity secara positif bagi Rutan Kelas I Tanjungpinang.

“Jika program usaha Pertanian untuk Warga binaan ini dapat berkesenambungan tentu sangat membantu ketahanan pangan Warga binaan tentunya.Luas tanah tersedia dua hektar dan status tanah Sertifikat Hak Guna Bangunan(SHGB),” terangnya.

Inisiator asimilasi dan edukasi gabah, Ady Indra Pawennari saat diminta kereranganya menegaskan, awalnya dirinya melakukan riset dan eksperimen dipekarangan rumahnya ternyata berhasil.

kemudian dirinya mencoba mengekspos lewat media yang disebar ke publik paling tidak untuk bahan refrensi.

“Tidak lama kemudian gaun bersambut bahkan salah satunya Rutan Kelas I Tanjungpinang sangat antusias dengan apa yang Saya lakukan, Tidak lama kemudian seiring berjalanya waktu terjalin sinergitas atau kerjasama hingga sampai sekarang,” sebutnya.

Baca Juga :  Redistribusi Tanah Tahun 2022 Mencakup Target 733 Bidang di 3 Desa

Menurut Ady Indra Pawennari, sesuai dengan penelusuran dan penelitian yang bahwa tanaman Gabah (Padi) dapat ditanam walaupun jenis tanah yang berbeda asalkan serius dan telaten mengelola.

Selain kesereriusan untuk bercocok tanam, tentu harus memiliki potensi maupun skill sehingga ada titik temu pemahaman tumbuh kembangnya tanaman seperti apa yang diharapkan.

Untuk itu, Dirinya mengajak bagi seluruh masyarakat Kepri sudah saatnya bercocok tanam yang dapat membantu
perekonomian keluarga dibidang pangan.

“Jika ada kesulitan atau ketidakpahaman, silahkan datang berdiskusi dan Saya siap akan melayaninya tutur Ady Pawennari serius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.