Pemilu 2024 di Kepri Jadi Gelanggang Adu Calon Wakil Gubernur

Pemuda Sagulung Batam dalam Barisan Madani Muda, Muhammad Ravi. (Foto: istimewa).

Oleh Muhammad Ravi, S. Sos

(Pemuda Sagulung Batam dalam Barisan Madani Muda)

 

BATAM, RADARSATU.COM – Perhelatan tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 telah bergulir sejak 14 Juni 2022. Belasan partai telah mendaftarkan diri sebagai peserta pemilu dan siap beradu gagasan untuk merebut kuasa di 2024.

Di tahun tersebut, setidaknya akan digelar delapan jenis pemilihan di semua daerah di Indonesia, dari tingkat pemerintahan terbawah sampai ke level tertinggi.

Dari pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) akan digelar bersamaan dengan Pemilu Legislatif (Pileg) untuk memilih anggota DPR RI, anggota DPRD provinsi, anggota DPRD kabupaten/kota, dan anggota DPD RI. Lima jenis pemilihan itu akan digelar serentak pada 14 Februari 2024.

Sementara, pemungutan suara Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) akan digelar sembilan bulan setelah Pilpres dan Pileg, yakni 27 November.

Di Kepulauan Riau kabar perhelatan pesta demokrasi sudah riuh di berbagai tempat, mulai dari pangkalan-dermaga, kedai-kedai kopi, kaki lima, di sudut-sudut kota, di simpang kampung atau entah dimana saja, suara riuh pemilu mulai bergema dimana-mana.

Apalagi jika kita bicara tentang pemilihan gubernur dan wakil gubernur, kita semua mungkin sepakat jika hal ini menarik untuk menjadi diskursus.

Baca Juga :  Dugaan Fiktif Pengadaan THL di DLH dan PUPR Karimun Mencuat

Kepri bak miniatur Indonesia, di Kepri bersemayam segala apa yang ada di Indonesia. Seperti Indonesia, Laut membentang yang menghubungkan pulau-pulau di Kepri dirasa jika hanya sajak dan kata-kata tak mampu merawat itu semua.

Kemampuan seorang pemimpin yang hebat dalam berbicara dan bertindak, dibutuhkan di Kepri dan kita mungkin sepakat bahwa calon gubernur berikutnya sudah kita dengar dari sahut-sahutan di masyarakat.

Petahana hari ini mungkin satu diantara sahut-sahutan yang kita dengar, iya Ansar Ahmad yang masih aktif menjabat sebagai Gubernur Kepri.

Ansar Ahmad sejak dilantik oleh Presiden 2020 lalu sudah membuktikan diri bahwa ia cukup meyakinkan untuk menduduki posisinya saat ini, walau kita tahu bahwa waktu singkat masih terlalu dini untuk menyimpulkan demikian.

Jadi Ansar masih membutuhkan waktu untuk membuktikan diri bahwa ia layak, maka bisa kita katakan ia adalah petahana yang akan maju di pemilu 2024 untuk mempertahankan posisinya.

Kemudian dari sahut-sahutan itu pula, mungkin kita mendengar nama lain, seperti nama Muhammad Rudi yang masih menjabat sebagai Walikota Batam.

Baca Juga :  Kasus PMH Perkara Pembunuhan di Karimun Segera Masuk Tahap Putusan

Riuh dari sahut-sahutan itu kita mendengar bahwa yang juga Kepala BP Batam ini akan maju sebagai Calon Gubernur untuk melawan petahana di Pemilu 2024.

Hampir 10 tahun sejak memimpin Batam, Rudi sudah membuktikan diri bahwa ia pun layak maju sebagai calon gubernur.

Namun demikian, dari seluruh sahut-sahutan tadi, kita belum dapat menerka siapa yang akan maju sebagai wakil gubernur mendampingi dua orang hebat tadi.

Di kutip dari sahut-sahutan itu, bahwa mereka yang memilih calon wakil gubernur dengan cermat lah yang akan membuat gaduh seisi Kepri.

Kegaduhan itu mungkin membuat posisi tawar petahana atau penantang dalam pemilu nanti menjadi lebih terang dan dapat kita terawang bersama.

Namun pertanyaannya, siapa yang akan dipilih petahana dan siapa yang akan dipilih penantang?

Jika kita kutip dari sahut-sahutan tadi, kita akan mendengar beberapa nama seperti Suryani dari Partai Keadilan Sejahtera, ia juga calon wakil gubernur mendampingi Isdianto di pilgub sebelumnya.

Mantan anggota dewan dengan suara terbanyak ini juga tak luput dari perhatian kita sebagai calon wakil gubernur sekali lagi.

Di suara lain, Amsakar Achmad juga di gadang-gadang akan menjadi pendamping yang layak bagi kedua calon.

Baca Juga :  Geliat Pemilu 2024 Mulai Terasa, Teguh Santosa Siap Jadi Senator Dari Jakarta

Wakil walikota batam dua periode ini juga diprediksi menjadi suksesor Rudi sebagai walikota Batam. Tapi tak menutup potensi, bahwa ia juga akan diperhitungkan sebagai calon Wakil Gubernur.

Aunur Rafiq juga patut masuk dalam bursa calon wakil gubernur kepri. Aunur Rafiq juga disebutkan dalam beberapa kali sahut-sahutan di tengah masyarakat sebagai calon wakil gubernur.

Bupati dua periode ini juga layak dipertimbangkan sebagai calon wakil gubernur, pengalamannya tak diragukan ia patut diperhitungkan.

Beberapa nama lain juga muncul ke permukaan, menjadi bunga dalam sahut-sahutan di semua kalangan.

Membangun Kepri harus utuh, tidak bisa hanya 4 persen di darat atau 96 persen di laut. Mempimpin Kepri harus bisa bersama-sama mulai dari dilantik hingga periode berakhir, walau kita tahu intrik politik kadang menjadi sebab kedua pasang pemimpin tak mampu bersama hingga akhir.

Rangkaian pemilu 2024 akan dimulai, maka sepasang pemimpin harus cermat memilih pasangannya, entah untuk mendongkrak suara atau menjaga nama. Tapi yang pasti pemilu 2024 di Kepri akan jadi gelanggang adu calon wakil gubernur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.