GPR Kepri Desak Dinkes Tanjungpinang Klarifikasi Terkait Mobil Dinas Berada di THM

Koordinator II Gerakan Pemuda Revolusioner (GPR) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). (Foto: istimewa).

TANJUNGPIANG, RADARSATU.COM –  Gerakan Pemuda Revolusioner (GPR) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaksanakan audiensi dengan Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang membahas terkait problematika mobil Dinas Kesehatan yang berada di Tempat Hiburan Malam (THM), Rabu (13/4/2022).

Koordinator II GPR, Zulkarnain mengatakan, kehadiran mereka di Dinkes Tanjungpinang itu untuk mempertanyakan sekaligus ingin meminta klarifikasi dari pihak Dinkes terkait mobil dinas yang terdapat berada di THM sehingga menciptakan bias opini dan mencoreng moralitas suatu instansi.

Menurut Zulkarnain, pernyataan yang diberikan oleh Sekretaris Dinas kesehatan dalam audiensi itu bahwa benar mobil tersebut ada di tempat itu. Namun, sejauh ini belum ada klarifikasi dan langkah konkrit dari pihak Dinkes mengenai hal tersebut.

Baca Juga :  Rangkul Insan Pers, Kasat Polairud Polres Anambas Sambangi Wartawan

“Pada prinsipnya, dalam hal ini Kepala Dinas Kesehatan sebaiknya mengklarifikasi kepada publik bahwa hal itu benar dan suatu kesalahan bahwa ketika aset negara dipergunakan tidak sesuai fungsinya maka itu sebuah kesalahan yang sangat fatal,” kata Zulkarnain.

Ketidakmampuan pengawasan terhadap seorang Kepala Dinas merupakan bentuk kelalaian dari etika kepemimpinan bagi lembaga. Permasalahan ini juga sebagai bentuk degradasi moralitas bagi bangsa bahwa suatu instansi mendiamkan permasalahan yang fatal.

“Menjadi sebuah kewajiban bagi seorang Kepala Dinas sebagai pimpinan untuk meminta maaf kepada masyarakat Kota Tanjungpinang atas kesalahan yang telah dilakukan pegawainya,” ujarnya.

Baca Juga :  Puluhan Mahasiswa UMRAH Geruduk Gedung Rektorat

Zulkarnain menambahkan, GPR Kepri akan terus mengawal dan menyoroti permasalahan ini sampai menemukan titik temu agar dapat meluruskan pandangan masyarakat terhadap nama baik Dinas Kesehatan Kota Tnjungpinang.

“Kami akan mengawal hal ini sampai tuntas. Hal ini juga akan kita coba sampaikan kepada Walikota Tanjungpinang bahwa ini merupakan hal yang fatal bagi kepemimpinan sebuah instansi.

“Hal ini kami soroti  sebagai merupakan bentuk untuk menjaga citra baik Dinkes, karna jangan sampai adanya  masalah yang tidak kunjung menemukan titik temu dan akhirnya membuat masyarakat tidak lagi percaya terhadap Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang,” tambahnya.

Baca Juga :  Sebanyak 30.000 Siswa dan Guru Akan Terima Bantuan Kuota Kemendikbud

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.