Ini Alasan Batam-Tanjungpinang Sering Diguyur Hujan

Tampak Langit mendung di Kota Tanjungpinang. F : Ravi

TANJUNGPINANG,RADARSATU.COM – Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Addi Setiadi menyebutkan wilayah Kepulauan Riau, Khususnya Kota Batam dan Tanjungpinang dikelompokan sebagai daerah Non ZOM.

Ia menuturkan, bahwa terdapat dua pengelompokkan klimatologis wilayah Indonesia.

Pertama, Daerah Zona Musim (ZOM) yaitu daerah-daerah yang mempunyai batas jelas secara klimatologis antara periode musim hujan dan musim kemarau.

Kedua, Daerah Non Zona Musim (Non ZOM) yaitu daerah-daerah yang tidak mempunyai batas jelas secara klimatologis antara periode musim hujan dan musim kemarau.

Baca Juga :  Untuk Mengatasi Konsidi Darurat, BP Batam Gelar Simulasi

“Wilayah Kota Tanjungpinang dan Batam ini non ZOM atau wilayah yang batasannya tidak jelas antara periode musim kemarau dan musim hujan ” kata Addi.

Meski berkategori sebagai wilayah non Zom, dengan batasan waktu penghujan dan kemarau yang tidak jelas.
Addi menyebutkan bahwa dalam setahun wilayah Kepri, khususnya Batam bisa terjadi dua kali bulan penghujan.

“Selama setahun itu yang sering terjadi hujan berkategori ringan sedang. Terkadang lebat itu ya di Bulan April sampai Mei seperti yang kita rasakan sekarang ini, kedua lagi nanti di Bulan November-Desember itu biasanya untuk wilayah Kepri secara umum dan Kota Batam khususnya,” jelas Addi.

Baca Juga :  Sebanyak 30.000 Siswa dan Guru Akan Terima Bantuan Kuota Kemendikbud

Jadi, dengan kenyataan demikian Batam dan Tanjungpinang seringkali diguyur hujan pada saat di belahan wilayah lain belum memasuki musim penghujan.

“Pernah kah melihat di jalan orang yang mengendarai motor mengenakan jas hujan, padahal lokasi cuaca berlawanan kita lalui cerah-cerah aja. Ini salah satu dampak Non ZOM tersebut,” paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.