Ansar Boyong Lima Bupati Studi Banding ke Mall Pelayanan Publik di Banyuwangi

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad boyong lima Bupati studi banding ke Mall Pelayanan Publik Banyuwangi, Senin (7/2/2022).

TANJUNGPINANG,RADARSATU.com – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad boyong lima Bupati studi banding ke Mall Pelayanan Publik (MPP) Banyuwangi, Senin (7/2/2022).

Ansar ingin Mall Pelayanan Publik dapat di replikasi dan di terapkan di Kepri sehingga pelayanan publik berjalan dengan baik.

Di tahun kedua periode kepemimpinannya bersama Wagub Marlin Agustina akan memperkuat pelayanan publik dengan melakukan tata kelola pemerintahan yang bersih.

“Kita mau melihat langsung karena Banyuwangi sudah terbukti jadi percontohan pelayanan publik, nantinya kita akan buat juga seperti ini di Kepri dan kita sesuaikan juga dengan karakteristik daerah kita,” katanya, Senin (7/2/2022).

Dengan kondisi geografis Kepri yang terdiri dari pulau-pulau, Mall Pelayanan Publik yang terintegrasi dengan konektivitas digital akan semakin memudahkan masyarakat untuk mengurus administrasi ataupun perizinan.

Baca Juga :  Tenggelam di DAM Duriangkang, Warga Batam Ditemukan Meninggal Dunia

Mal Pelayanan Publik ini juga akan melengkapi prioritas Ansar untuk menggencarkan investasi di melalui kemudahan pelayanan perizinan.

Menurut Ansar, dirinya sebagai pembina dari kepala daerah kabupaten dan kota wajib mendorong setiap kabupaten dan kota di Kepri untuk semakin memperkuat pelayanan publik dengan inovasi-inovasi yang telah terbukti berhasil seperti Mall Pelayanan Publik.

“Kita akan dorong supaya usai dari sini semua kabupaten dan kota di Kepri secara bertahap punya Mall Pelayanan Publik seperti di Banyuwangi ini,” ujarnya.

Mall Pelayanan Publik akan mengedepankan prinsip keterbukaan dan transparansi untuk menghindari pungutan liar, sebab pembayaran dilakukan secara elektronik.

Mall Pelayanan Publik di Banyuwangi pertama kali bediri pada 2017 dan melayani 199 jenis pelayanan kepada masyarakat dalam satu atap, dimana terdapat 11 SKPD pemerintah Daerah  dan 12 BUMN/K/L.

Baca Juga :  Hindari COVID-19, Dandim Harap Masyarakat Budayakan Hidup Sehat

Pelayanan yang disediakan berupa administrasi kependudukan seperti Akte Kelahiran, Kematian, Kartu Identitas Anak, KTP; beragam jenis izin usaha, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, PDAM, pelayanan izin terkait kendaraan,perpanjangan SIM, hingga pembayaran retribusi daerah, nikah, haji, pelayanan pertanahan dan sebagainya.

Ansar juga mempelajari berbagai inovasi yang dilakukan Pemda Banyuwangi seperti program SMART Kampung. Program smart kampung di gagas salah satunya untuk mendekatkan pelayanan publik hingga ke level desa.

Sejumlah urusan kependudukan bisa diselesaikan dengan Smart Kampung. Seperti surat pernyataan miskin (SPM) untuk mendapatkan layanan kesehatan secara gratis.

Baca Juga :  Wakapolres Karimun Pimpin Latpra Ops Patuh Seligi 2022

Smart kampung ini menjadikan balai desa sebagai pusat aktivitas warga. Desa di Banyuwangi juga telah menjalankan e-village budgeting yang mensinergikan keuangan dan pembangunan di tingkat desa dengan kabupaten.

“Saya sangat kagum melihat berbagai inovasi yang digagas Pemda Banyuwangi, saya yakin jika ini dikerjakan secara serius di Kepri maka masyarakat akan sangat terbantu dan kemajuan daerah bisa kita wujudkan dengan cepat,” pungkas.

Dalam kunjungannya, Ansar boyong lima Bupati seperti Bupati Karimun Aunur Rafiq, Bupati Lingga M. Nizar, Plt. Bupati Bintan Roby Kurniawan, Wabup Kepulauan Anambas Wan Zuhendra, dan Wabup Natuna Rodhial Huda. Turut serta juga Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kepri, Dewi Kumalasari. (*)

Editor: Nuel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.