Lantik Dua Pjs Penghulu, Bupati Rohil: Semoga Amanah

Bupati Rokan Hilir Afrizal Sintong melantik dua pejabat sementara (Pjs) Penghulu di Kecamatan Kubu Babussalam (Kuba), Rabu (10/11/2021) kemarin sore.

ROHIL, RADARSATU.com – Bupati Rokan Hilir Afrizal Sintong melantik dua pejabat sementara (Pjs) Penghulu di Kecamatan Kubu Babussalam (Kuba), Rabu (10/11/2021) kemarin sore.

Mereka adalah Weni Ulfia sebagai Datin Penghulu Jojol menggantikan mendiang Zufridin dan Nuraida menggantikan Safrizal B Pjs Datin Penghulu Sungai Majo Pusako yang tersangkut kasus dugaan korupsi dana desa.

Dalam sambutannya, Afrizal meminta pejabat yang baru dilantik ini mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya sesuai amanah yang diberikan.

Oleh sebab itu, Afrizal Sintong meminta kepada Pjs Penghulu yang dilantik untuk dapat melayani masyarakat Jojol dan Sungai Majo Pusako dengan memberikan pelayanan yang terbaik.

Baca Juga :  Polres Kuansing Gelar Latihan Pra Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2022

“Kami Pemerintah Daerah mengucapkan selamat atas dilantiknya Datin penghulu Sungai Majo Pusako dan datin penghulu Jojol, harapan kami tentunya bisa mengemban amanah ini dengan baik dan bisa bekerjasama dengan pemerintah daerah dan bertekad ingin membangun daerah masing-masing,” katanya, Rabu (10/11/2021).

Selain itu, Afrizal juga mengingatkan agar penghulu yang baru dilantik untuk hati hati dalam penggunaan anggaran dana desa dan harus mematuhi aturan aturan perundang-undangan yang berlaku agar kedepannya tidak ada lagi penghulu di Rohil yang tersangkut masalah hukum.

Baca Juga :  Raksa Nugraha Bukan Sebatas Pengakuan Pelaku Usaha dalam Melindungi Konsumen

Sementara itu, Plt Kadis Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (PMD) Yandra meminta penghulu yang dilantik agar segera melaksanakan tugas dan tanggungjawab nya sesuai aturan yang telah ditetapkan.

“Sekali lagi diingatkan kepada Pjs penghulu dan penghulu lainnya untuk berhati-hati menggunakan ADD dana DD, karena apapun itu uang yang digunakan harus dipertanggungjawabkan. Cukup ini menjadi pelajaran bagi kita jangan ada lagi penghulu yang tersandung persoalan penyalahgunaan DD dan add yang masuk kategori korupsi,” pintanya.

(Anthony)
Editor: Nuel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.