Gelar Glagaspur III, Marinir Serbu Pantai Tanjung Todak Dabo Singkep

Pasukan Marinir saat mendarat di Pantai Tanjung Todak Dano Singkep (ist.)
Pasukan Marinir saat mendarat di Pantai Tanjung Todak Dano Singkep (ist.)

JAKARTA,- -Pantai Tanjung Todak Dabo Singkep Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), berhasil dikuasai dan diduduki oleh pasukan pendarat marinir melalui operasi pendaratan amfibi, Kamis (2/8/2018).

Lebih kurang 1.210 personel TNI AL yang tergabung dalam beberapa kesatuan ini dengan cepat menguasai pantai yang disimulasikan dikuasai lawan.

Setelah berhasil mengamankan area Pantai Tanjung Todak, operasi tempur yang dikomandoi Komando Armada (Koarmada) I melanjutkan operasi darat lanjutan setelah tumpuan pantai berhasil dibentuk oleh Pasrat.  

Seperti diketahui bahwa Koarmada I menggelar Latihan Gladi Tugas Tempur (Glagaspur) TK III Terpadu TA 2018, dimana sebelumnya Satuan Tugas Laut yang terdiri dari UT Aju,  UT Tabir,  UT Angkut dan UT Ranjau melaksanakan tahap gerakan menuju sasaran (GMS), tahap serbuan, dan tahap pengakhiran.

Baca Juga :  Aktivis Pena 98 Kepri Tolak Capres Pelanggar HAM

Usai menyaksikan pendaratan pasukan pendarat Korps Marinir, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Prasasti Tempat Latihan di Pantai Todak Dabo Singkep. 

Panglima Koarmada I Laksamana Muda (Laksda) TNI Yudo Margono dihadapan awak media mengatakan, latihan pendaratan amfibi yang berhasil menguasai Pantai Tanjung Todak Dabo Singkep ini merupakan puncak latihan Gladi Tugas Tempur (Glagaspur) Tingkat III yang sudah sejak Senin 30 Juli 2018 berjalan dari Pangkalan Jakarta. 

“Latihan ini dimulai dari Tanjung Priok Jakarta, melalui Perairan Bangka Belitung dan terakhir di Pantai Tanjung Todak, Dabo Singkep Kabupaten Lingga”, kata Pangkoarmada I.

Kapal Perang Koarmabar I dalam Glagaspur III di Perairan Lingga

Dalam latihan ini Koarmada I melibatkan 17 KRI dan dua SSK Marinir dalam meningkatkan kesiapsiagaan personel dan Alutsista Koarmada I serta mengukur kemampuan Satuan Tugas Koarmada I dalam mendukung tugas TNI AL dalam meminimalisasi ancaman dari laut.

Baca Juga :  Dirjen IKP Kemenkominfo RI Gelar Rakor Sukseskan Pemilu 2024

Selain itu, Latihan Glagaspur Tingkat III ini juga berupaya melatih kemampuan penyiapan Operasi Amfibi guna menghadapi dan menggagalkan penguasaan wilayah NKRI oleh pihak musuh serta melatih kemampuan Komando, Kendali dan Komunikasi dengan seluruh unsur maupun satuan terkait Operasi Amfibi.

“Selain 17 KRI, kami juga menerjunkan pasukan Marinir dan beberapa KRI 1 KRI jenis Multi Role Light Freegat (MLRF), 2 KRI jenis Perusak Kawal (PK) Parchim Class dan 4 KRI Jenis Angkut Tank Frosch (ATF)”, jelas Pangarmabar I

“Kemudian 2 KRI Jenis Kapal Cepat Rudal (KCR 40), 4 KRI Jenis Kapal Patroli (PC), 1 KRI Jenis Bantu Tunda Samudera (BTD), 2 KRI jenis Penyapu Ranjau (PR), 2 unsur pesawat udara yang terdiri dari 1 Pesud Cassa-6205 dan 1 pesawat Helly BO-105”, katanya menambahkan.

Baca Juga :  Dua Unit Pesawat Tempur Hawk 100/200 Laksanakan Patroli Udara di Langit Kepri

Sementara Pasukan Marinir (Pasmar 1) lanjut Yudo melibatkan kekuatan 2 SSK Pasukan Pendarat (Pasrat) , 3 Tank BMP-3F serta 7 Pansam BTR-50M.

“Kami berharap dari latihan ini para prajurit dapat meningkatkan profesionalisme sesuai bidang tugasnya. Ini masih dalam lingkup yang kecil dan kedepan evaluasi dari latihan ini akan dilakukan lebih besar lagi”, ujarnya.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *