ANAMBAS, RADARSATU.COM – Camat Jemaja Barat, Supriadi mengharapkan pembangunan Jalan Desa Impol menuju Desa Sunggak yang sempat tertunda dapat dilanjutkan kembali.
Harapan tersebut dikatakannya, mengingat rentang kendali antar desa di saat musim gelombang dan angin kencang sehingga sulit untuk menempuh wilayah kerja disaat tugas harus turun ke desa.
“Untuk pekerjaan buka jalan dari Desa Impol ke Desa Sunggak sangat diharapkan untuk lanjutkan dan ditingkatkan status jalannya, mengingat saat ini pembukaan badan jalan belum bisa diakses oleh masyarakat,” kata Supriadi saat ditemui, Sabtu (23/1/2021).
Supriadi menjelaskan, seperti diketahui, Kecamatan Jemaja Barat memiliki tiga desa yang tidak memliki akses jalan tempuh melewati jalur darat. Untuk pergi ke Desa lain hanya dapat menggunakan transportasi laut seperti pompong.
Ironisnya disaat musim gelombang tinggi dan angin kencang, anak-anak yang hendak sekolah terpaksa menunda keberangkatannya mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan dikarenakan cuaca.
“Saat ini cauca ekstrim yang tidak menentu, sehingga membuat anak sekolah terkendala, baik ke sekolah maupun masyarakat yang ingin mengurus urusan tertunda mengingat gelombang tinggi dan angin kencang,” jelasnya.
Supriadi mengatakan, dengan diselesaikannya pekerjaan jalan tersebut sangat membantu masyarakat dan anak sekolah dalam beraktivitas sehari-hari saat cuaca ekstrim. Selain dibukanya badan jalan itu juga berharap jalan tersebut bisa disemenisasi agar bisa dimanfaatkan.
Selain itu juga, Pemerintah Kecamatan Jemaja Barat berharap selain pembangunan jalan antar desa juga perlu pembangunan fasilitas perkantoran seperti Kantor Kecamatan, Puskesmas dan fasilitas umum lainnya. Tak lupa juga berharap layanan komunikasi bisa cepat mengudara di Kecamatan Jemaja Barat dengan kapasitas maksimal.
“Kecamatan Jemaja Barat masih banyak infrastruktur yang mesti di bangun, selain jalan antar desa kita juga minta pembangunan Kantor Kecamatan, Puskesmas serta fasilitas umum lainnya. Dan yang utama saat ini kita butuhkan jaringan telekomunikasi,” ujarnya.
Supriadi menambahkan, saat ini pihaknya masih memanfaatkan dan menggunakan jaringan tiang tower BTS Kusik. Dan tidak semua wilayah Kecamantan Jemaja Barat bisa mengakses jaringan tersebut sehingga perlu mencari jaringan untuk dapat berkomunikasi dan akses internet.
“Kita sebagai pemerintah kecamatan cuma bisa mengusulkan kepada pemerintah daerah. Apa yang diharapkan dalam pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum bisa di realisasikan oleh pihak pemerintah baik Pemda, Provinsi maupun Pemerintah Pusat untuk mempercepat pembangunan wilayah di Kecamantan Jemaja Barat,” tambahnya.
Penulis : HRS
Editor : Riandi