Ratusan WBP Rutan Karimun Ikut Semarakan Pesta Demokrasi Pemilu 2024

Sejumlah Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjung Balai Karimun ikut memeriahkan pesta demokrasi Pemilu 2024 serentak. (Foto: Riandi/Radarsatu).

KARIMUN, RADARSATU.COM – Ratusan Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjung Balai Karimun ikut memeriahkan pesta demokrasi Pemilu serentak 14 Februari 2024.

Sebanyak 536 WBP Rutan Karimun tampak melakukan pencoblosan di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) Khusus disiapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karimun di dalam Rutan Karimun yaitu TPS 901 dan TPS 902.

Proses penyelenggaraan pemungutan suara berjalan dengan Standart Aturan yang telah ditetapkan oleh KPU, dimana hanya Petugas Rutan yang ditunjuk sebagai KPPS yang berada di ruangan pemilihan.

“Ada dua TPS khusus dengan jumlah pemilih 536 orang. Alhamdulillah, semua berjalan dengan lancar,” kata Kepala Pengamanan Rutan Karimun, Surya Kusuma, Kamis (15/2/2024).

Surya mengatakan, meski terbilang lancar ada sedikit kendala di kertas surat suara untuk pemilihan presiden dan wakil presiden mengalami kekurangan.

Namun hal tersebut langsung diselesaikan dengan menambahkan surat suara dari TPS lainnya yang berlebih.

“Proses pemungutan suara dimulai tadi dari jam 08.00-13.00 WIB. Tadi sempat menunggu surat suara tambahan karena kurang. Surat suara yang kuyrang itu surat suara presiden dan wakil presiden,” katanya.

Surya menjelaskan, di lokasi pemungutan hanya ada KPPS, Pengawas TPS dan saksi-saksi dari partai. Selain itu juga ada 4 Petugas kepolisian dan 1 Babinsa diturunkan untuk menjaga TPS Khusus ini.

Sebanyak 536 pemilih terdiri dari 510 pemilih Pria dan 26 Pemilih Perempuan. Terdapat, 47 orang WBP tidak dapat menggunakan hak suaranya, disebabkan kendala karena proses pengimputan data pemilih telah selesai.

“Tadi juga Kapolres Karimun bersama Tim Pamatwil turun kesini untuk meninjau pelaksanaan. Dari jumlah itu ada juga yang tidak bisa menggunakan suaranya karena baru masuk, sehingga tidak sempat didaftarkan sebagai pemilih. Kemudian juga kendala terhadap identitas, ada juga yang tidak memiliki identitas, sehingga tidak terdaftar,” jelasnya. *

Penulis: HaryonoEditor: Riandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *