Politisi PKS, Raden Hari Ingin 2023 MoU PLTS Kepri Terealisasi

Politisi PKS Raden Hari Tjahyono (RHT) saat memberikan sambutan. (Foto: Istimewa).

BATAM, RADARSATU.COM – Politisi PKS Raden Hari Tjahyono (RHT) yang juga merupakan Wakil Ketua II DPRD Kepulauan Riau mengaku heran dengan pemadaman listrik yang dilakukan PLN pada awal tahun 1 Januari 2023 yang terjadi di mayoritas daerah Batam dan Bintan.

Dia berharap PLN segera temukan jawaban  kekeliruan sistem seperti yang dijelaskan kepada media siber lokal baru-baru ini oleh managemen dan berharap PLN bisa segera membenahinya.

“Penjelasan PLN tentang terjadi kekeliruan sistem belum memuaskan publik, kita berharap PLN segera menemukan kekeliruan sistem yang dimaksud, kita berharap peristiwa ini tidak sering terjadi di hari-hari berikutnya,” kata Raden Hari Tjahyono.

Baca Juga :  Raden Hari Tjahyono Pimpin Rapat Penyampaian Laporan Reses DPRD Kepri

Pemadaman ini cukup disesalkannya karena lebih dari delapan jam. Ditambahkannya Listrik mati sekarang krusial karena efek tambahannya mati air, mati sinyal, atm mati, bahkan nanti kalau program mobil motor listrik jadi , bisa terjadi kemacetan dimana mana.

“Hal ini tentu merugikan masyarakat, setelah lebih dari delapan jam mati listrik dari subuh kita bersyukur sore menjelang maghrib listrik kita kembali menyala, mudah-mudahan ada penjelasan lebih lanjut dari PLN dan PLN bisa segera memulihkan akar persoalan kekeliruan sistem yang diungkapkannya ke publik secara komprehensif mengingat masalah listrik ini adalah kebutuhan mendasar dalam aspek kehidupan masyarakat di Kepri, PLN mati membuat semuanya byarpet air, signal, ATM apalagi jika kebijakan kendaraan listrik diterapkan bisa macet nanti dimana-mana,” kata Raden Hari Tjahyono.

Baca Juga :  Suryani Prihatin Meningkatnya Perkara Dispensasi Nikah

Dia juga mendesak MoU antara Pemprov Kepri dan Singapore terkait PLTS di Kepri bisa terealisasikan di tahun 2023 dan menguntungkan bagi Kepri agar surplus tenaga listrik dengan andalan energi terbarukan.

“MoU  terkait rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terbesar dunia di Indonesia oleh Quantum Power Asia dan ib vogt bersama dengan Pemerintah Provinsi Kepri perlu ditindaklanjuti menurut hemat kami dan semoga segera ada progresnya di tahun ini agar tidak hanya mengungtungkan Singapore tapi juga Kepri nantinya,” tutup Raden Hari Tjahyono. (*)

Baca Juga :  Rudi Resmikan Lajur Pejalan Kaki dan Sepeda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.