Usbah : Fenomena Fatherless Jadi Refleksi Penting Sempena Hari Ayah

Ketua DPW PKS Kepri Ustadz Bahktiar (USBAH). (Foto: istimewa).

BATAM, RADARSATU.COM – Ketua DPW PKS Kepri Ustadz Bahktiar (Usbah) mengungkapkan pentingnya peran Ayah dalam mengasuh anak.

Bila figur Ayah tidak terlibat dalam pengasuhan tak menutup kemungkinan anak-anak menjadi generasi minder atau tidak percaya diri.

Bahkan, ada nasehat mengingatkan, jika sampai usia 14 tahun tanpa peranan atau didikan orangtuanya, maka usia 15 tahun bisa menuai badai.

Fenomena ketidakterlibatan Ayah dalam pengasuhan anak ini lah disebut fatherless.

Ini harus jadi refleksi penting bagi para Ayah di Kepri khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Baca Juga :  PKS Ungkap Lulus Verifikasi Administrasi 100 Persen

“Sempena Hari Ayah Nasional pada 12 November 2022 ini, saya mengajak para Ayah ikut terlibat dalam pengasuhan anak. Tidak hanya memenuhi nafkah materi tapi juga nonmateri dengan ikut membantu istri mengasuh atau mendidik anak,” tuturnya.

Menurut Edward Elmer Smith, fatherless adalah ketiadaan peran Ayah dalam perkembangan seorang anak. Mulai dari secara fisik maupun psikologis dalam kehidupan anak.

Walaupun seorang Ayah hadir secara fisik dan materi, tetapi jika secara emosional dan psikologis pun tidak memenuhinya, maka seorang anak bisa mengalami kondisi fatherless.

Baca Juga :  Rakor Dengan Luhut Pandjaitan, Isdianto Sampaikan Usulan 25 Proyek Prioritas

Indonesia dianggap menjadi negara ketiga fatherless tertinggi di dunia. Padahal, peran Ayah tak kalah penting dalam perkembangan jiwa anak sama seperti seorang Ibu.

“Perlu diketahui Ayah dan Ibu adalah kesatuan. Anak butuh keduanya. Ayah punya tanggungjawab mendidik anak sesuai fitrah kelaki-lakiannya. Menjadikan anak siap menghadapi masa depannya,” kata Usbah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.