Pertamina Menjamin Pasokan Energi di Indonesia Terpenuhi

Pertamina ilustrasi (Foto: Google)

JAKARTA, RADARSATU.COM – Pertamina berupaya menjaga pasokan BBM dan LPG Nasional serta menjamin pendistribusiannya sampai ke seluruh masyarakat Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman, Jumat (4/3/2022) kemarin.

Fajriyah mengatakan Pertamina terus mencermati kenaikan harga minyak mentah dunia dan dampak-dampak strategisnya.

Serta memastikan keberlanjutan ekosistem energi nasional di tengah tantangan harga minyak mentah dunia yang saat ini terus melambung naik.

“Kegiatan operasional Pertamina dari hulu, kilang sampai hilir, tetap berjalan dengan baik. Menjaga ketahanan energi nasional,” katanya.

Baca Juga :  Wabup Karimun Hadiri Rapat Arahan Presiden Tentang Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Bali

Fajriyah menjelaskan, Pertamina memastikan ekosistem migas nasional juga dapat berjalan dengan baik agar terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dengan dukungan stakeholder, Pertamina akan terus meningkatkan kinerja. Menghadapi tantangan dinamika energi global dan transisi energi dunia agar menjamin ketahanan dan kemandirian energi nasional. Sangat diperlukan untuk  pertumbuhan ekonomi pasca pandemi Covid-19,” jelsnya.

Fajriyah mengatakan, kenaikan harga minyak mentah dunia saat ini telah tembus mecapai USD 110 per barel per Jumat 4 Maret.

“Menyusul konflik Rusia-Ukraina yang semakin memanas. Harga minyak mentah dunia ini adalah yang tertinggi sejak tahun 2014 yang rata-rata mencapai USD 93,17 per barel,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketum GPII Kepri Kritik Wacana Perpanjangan Masa Jabatan Jokowi

Seperti disampaikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada Selasa 1 Maret 2022 bahwa mengenai kenaikan harga mentah dunia disebabkan perang antara Rusia dengan Ukraina.

Jokowi juga menegaskan, kenaikan harga minyak ini harus diwaspadai mencegah terjadinya kelangkaan energi.

“Kelangkaan energi. Dulu sebelum perang harganya naik karena kelangkaan. Ditambah perang (harganya) naik lagi. Sekarang harga per barel sudah di atas 100 US Dollar yang sebelumnya hanya 50-60 (dollar AS),” kata Jokowi.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.