Bupati Natuna Akan Lakukan Karantina Mandiri Setelah Pulang Dari Tanjungpinang

NATUNA– Bupati Kabupaten Natuna, Abdul Hamid Rizal mengaku akan menjalani karantina mandiri selama sepekan setelah pulang dari Kota Tanjungpinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Abdul Hamid berada di Tanjungpinang, Kamis (4/6), untuk menerima secara langsung bantuan penanganan wabah COVID-19 berupa peralatan medis (APD dan masker), 3.000 paket sembako, serta uang senilai Rp500 juta dari Pemprov Kepri yang diserahkan oleh Plt Gubernur Isdianto di Gedung Daerah.

Bupati dan rombongan datang dari Natuna ke Tanjungpinang menggunakan kapal milik Pemda dengan jarak tempuh sekitar 14 jam.

Baca Juga :  DPMD Lingga Gelar Rapat Kerja Teknis Pengelolaan Keuangan Desa

“Hari ini kami langsung pulang. Setibanya di Natuna nanti, kami akan dikarantina mandiri, karena Tanjungpinang termasuk daerah terdampak COVID-19,” ujar Hamid.

Hamid menegaskan, bahwa seluruh pejabat maupun warga Natuna yang datang luar daerah apalagi dari zona merah COVID-19, maka wajib karantina mandiri selama 14 hari.

Upaya itu dilakukan guna mencegah penyebaran/penularan COVID-19. Apalagi kondisi Natuna sampai sejauh ini masih zero COVID-19.

“Kemarin, Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti juga dikarantina sekitar 14 hari setelah pulang dari Jakarta,” tutur Hamid.

Baca Juga :  Audiensi Bersama Disdik Bintan, BMBP Pertanyakan Realisasi Tranportasi Pelajar

Lanjutnya, saat ini Natuna pun tetap memberlakukan penutupan akses tranportasi laut yang mengangkut penumpang, kecuali logistik dan bahan pangan.

Namun, untuk jalur penerbangan penumpang ke Natuna akan kembali dibuka mulai 8 Juni 2020 mendatang, menyongsong kebijakan new normal atau kelaziman baru yang dicanangkan Pemerintah Pusat.

“Penerbangan penumpang ke Natuna pun tetap berpedoman dengan protokol kesehatan COVID-19. Salah satunya penumpang wajib menunjukkan surat bebas COVID-19,” tegas Hamid.

(Mn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.