LAM Lingga Gandeng MUI Kaji Kitab Nurussholah

LINGGA,- -Antusias masyarakat Lingga untuk belajar agama dan budaya masih tinggi. Terbukti sampai hari ini, pondok pesantren dan lembaga pendidikan berbasis agama terus tumbuh di Bumi Bunda Tanah Melayu.

Sama halnya dengan pendidikan kebudayaan. Terbukti beberapa hari yang lalu, ketika LAM Lingga menggelar pelatihan Mak Inang dan Mak Andam banyak masyarakat yang ingin ikut. Hanya keterbatasan anggaran, terpaksa kuota peserta dibatasi.

Mengikuti perkembangan di lapangan dan berdasarkan masukan dari masyarakat, LAM juga diminta untuk peduli dengan kegiatan keagamaan. Sebenarnya domain MUI dan lembaga keagamaan lainnya. Mengingat di Daik Lingga terdapat sebuah karya monumental, yaitu adanya Kitab Nurussholah, hasil  tangan dingin karya Tengku Muhammad Saleh  Damnah.

Baca Juga :  Jelang Pilkada Kapolres Tanjungpinang Himbau Semua Pihak Netral

Menurut ketua LAM Kepri Kabupaten Lingga, Datok Sri H.M.Ishak, Kitab Nurussholah karya Tengku Muhammad Saleh Damnah perlu disampaikan kepada masyarakat . “Karya berharga hasil karya ulama Lingga ini memiliki unsur religius dan syarat makna. Rugi kalau kita orang Lingga sendiri tak mau peduli dan mempelajarinya,”ungkap Datok Sri H.M. Ishak, kamis (5/09/2018) di Balai LAM.

“Kita akan menggandeng MUI untuk mengkaji dan membahas kitab Nurussholah. Diagendakan setiap Jumat malam ba’da Isya sebanyak 12 kali pertemuan di Balai LAM. Insyaallah akan dimulai, 7 September 2018 ini,”jelas Datok Sri.

Baca Juga :  Pemkab Lingga Tandatangani MOU Teknologi Informasi dan Komunikasi

Kitab Nurussholah merupakan kitab yang berisi tentang fiqih sholat bermazhab Syafi’i. Saat ini, kitab Nurussholah masih tercetak dan tersimpan rapi di rumah ahli waris Tengku Saleh Damnah.

Laporan : Agus Salim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.